Friday, 24 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Azab Bagi yang Sepelekan Shalat

Oleh Berita Hargo , dalam Persepsi , pada Friday, 26 January 2018 | 16:26 PM Tags: , ,
  

Masih banyak yang tidak peduli mendirikan shalat. Antara lain nampak dari kurangnya yang shalat ber jamaah di mas j id; waktu shalat ada yang lebih mengutamakan menyelesaikan pekerjaan dengan meninggalkan
shalat ; ada yang tetap memimpin atau tekun mengikuti rapat meskipun berkumandang gema adzan dari masjid dekat tempat rapat; ada yang shalat nanti hari Jum’at atau Hari Raya.Adapula yag beranggapan biar tidak shalat t idak apa-apa yang pent ing berbuat baik, dari pada rajin shalat tetapi melakukan perbuatan tercela. Diwaktu shalat subuh meskipun dikumandangkan muadzin asshalaatu khairum minan naum atau lebih baik shalat dari pada tidur tetapi sedikit yang menggubrisnya.

Latar belakang  yang contohkan mungkin karena belum mendapat informasi yang memadai dan jelas mengenai maksud dan tujuan serta makna mendirikan shalat. Mendirikan shalat wajib hukumnya (Al Baqarah; 4 3 ) dalam kondisi bagaimanapun. Shalat menjadi pembeda antara yang beriman dengan yang kafir. Mendirikan shalat merupakan ciri utama dari yang beriman. Mendirikan shalat adalah untuk kepentingan umat sendiri. Karena dengan mendirikan shalat umat akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar (Al Ankabut; 45). Sebab itu membutuhkan da n be rkepent i ngan dengan shalat adalah umat sendiri, bukan Allah.

Hanya karena kasih sayangnya Allah kepada umat agar terhindar dari jebakan setan melakukan perbuatan keji dan mungkar umat diwajibkan mendirikan shalat. Dengan mendirikan shalat antara lain Allah kabulkan permohonan ditunjuki jalan-Nya yang lurus. Karena itu misalnya menghindari  mengkonsumsi hal  terlarang. Di samping haram hukumnya, merusak kesehatan mental fisik, keluarga juga akan kena dampak negatifnya. Dengan tidak peduli mendirikan shalat berarti; (1) membangkang terhadap perintah Allah, (2) tidak ingin terhindar dari  perbuatan keji dan mungkar, (3) lebih utamakan urusan dunia dari pada urusan
akhirat, (4) semua amalan baiknya rusak karena terkontaminasi dengan perbuatan keji dan mungkar serta (5) siap menghadapi azab dari Allah. Semua yang dikemukakan (l s/d 5) berakibat azab sangat mengerikan. Siapa tidak peduli dengan shalat akan dapat azab dari Allah seperti diingatkan pada sebuah Hadits dimuat dalam buku berjudul; Al-Itsna ‘asyariah, yang menyatakan; “Bangsiapa yang meremehkan dan menghina shalat, baik laki maupun perempuan, maka Allah akan menyiksanya dengan l8 siksaan; enam siksaan di dunia, tiga siksaan saat menjelang kematian, tiga siksaan di dalam kubur, tiga siksaan di Padang Mahsyar, dan tiga siksaan di lintasan Shirat (titian akhirat).

Siksaan atau azab tersebut singkatnya sebagai berikut. Enam azab dirasakan di dunia; ( 1 ) Rezekinya  disempitkan dan tidak ada barokahnya, karena tidak dapat petunjuk cara mensyukurinya. ( 2 ) Umurnya pendek, karena kurang silaturrahminya dengan jamaah di masjid. (3) Cahaya keshalehannya hilang karena tidak ada nurIlahi, sebab wajahnya tidak tersentuh air wudhu. (4) Tidak memperoleh manfaat dari Islam seperti bagaimana memanfaatkan waktu. (5) Tidak termasuk dalam doa yang dipanjatkan orang-orang shaleh. (6) Doa dipanjatkannya tidak akan terkabul karena tidak ada hablun Minallah.

Menjelang kematian mengalami tiga azab; (1) Meninggal dalam keadaan hina. Antara lain yang datang melayat apa lagi menshalati kurang karena umat enggan dengannya. (2) Meninggal dalam keadaan haus dan merasa panas, meskipun ada yang menolong memberi minum sebanyak air sungai. (3) Meninggal dalam keadaan lapar meskipun ada yang melayaninya dengan makanan disenanginya. Tiga azab yang akan dialamidalam kubur; ( 1 ) Sulit menjawab pe r t any a an ma l a i k a tMunkar dan Nakir sehinggadia dicambuk dengan cambuk api terus menerus. Kuburnya gelap gulita. (2) Dihimpi t kubur tubuhnya hingga remuk tulang-tulangnya terus menerus sampai hari kiamat. (3) Para malaikat tidak memberikan kabar gembira akan rakhmat Allah. Tiga azab di Padang Mahsyar; (1) Dibangkitkan dalam bentuk keledai.

Karena di dunia seperti  keledai dungu, tidak mau memahami perintah Allah untuk keselamatannya sendiri. (2) Akan mener ima catatan amalannya dengan tangan kiri. Pertanda lebih banyak catatan amalan buruk dari pada yang baik. (3) Mengalami kesulitan dalam penghitungan amal perbuatannya karena lebih banyak kejelekannya. Mengalami t iga azab sewaktu meniti di atas Shirat; ( 1 ) Allah tidak  memandangnya dengan pandangan kasih sayang meskipun dia sangat menderita. (2) Meskipun pernah melakukan sholat  wajib  dan mustahab (perbuatan sunat seperti cara makan dan minum dicontohkan Rasulullah) tidak akan diterima untuk  meringankan penderitaannya. (3) Dalam penitiannya di atas Shirat Allah hentikan selama seribu tahun sebelum menghadapi hisab atau penghitungan amal  perbuatannya.

Karena betapa ngerinya azab akibat menyepelekan shalat semoga peringatan sebuah Hadits ini dapat membuka pikiran dan mata hati bagi yang belum sempat mendirikan shalat untuk segera mendirikannya. Jangan sampai terlambat, sebab datangnya ajal tanpa diketahui sebelumnya. Mendirikan shalat adalah untuk keselamatan hidup di dunia dan di akhirat dari yang mendirikannya. Memang melakukan kebaikan terasa kurang menyenangkan. Karena itu Rasulullah saw. bersabda; “Surga itu diliputi atau dikelilingi oleh berbagai macam perkara yang tidak disenangi dan neraka diliput oleh berbagai macam sahwat kesenangan (kelezatan).” Tetapi lebih baik bersusahsusah hanya sekian waktu selama di dunia dari pada menderita abadi sejak dari dunia sampai di akhirat.

Akhirnya keputusannya tergantung pada pribadi masing-masing. Sebab, “tidak ada paksaan dalam agama Islam. Karena sudah jelas mana jalan yang benar dan mana jalan yang sesat.” (Al Baqarah; 256).
Insya Allah uraian ini ada juga maknanya. Maafkan atas semua kekeliruan dan hanya kepada Allah jua diharapkan ampunannya. Wassalam. Alhamdulillah.

*Penulis adalah mantan guru.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar