Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Azis Minta KPU Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Senayan , pada Rabu, 16 September 2020 | 15:05 WITA Tag: , , ,
  Aziz Syamsudin. Foto: Ricardo/JPNN.com


Hargo.co.id, JAKARTA – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta KPU menindak tegas para pasangan calon Pilkada Serentak 2020 yang melaksanakan kegiatan tanpa mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

Baik itu saat melakukan sosialisasi, kampanye, maupun pada hari H pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS) nantinya.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Azis mengatakan tahapan pendaftaran calon kepala daerah di berbagai wilayah 4-6 September 2020 menjadi bukti bahwa penerapan aturan protokol kesehatan yang dibuat oleh KPU tidak diindahkan sejumlah pasangan calon dan masyarakat pendukungnya.

“Jadi, Pilkada Serentak 2020 yang akan diadakan di 270 daerah sangatlah rawan dalam hal potensi penyebaran Covid-19 bila protokol kesehatan tidak diterapkan sungguh-sungguh,” kata Azis, Selasa (15/9).

BACA  Usai Peroleh Nomor Urut, Ini Komentar Para Paslon Pilkada Kabgor

Politikus Partai Golkar itu meminta seluruh paslon dapat menjalankan aturan KPU maupun pemerintah pusat dan daerah yang wajib diimplimentasikan dengan sungguh-sungguh di setiap wilayah yang melangsungkan Pilkada Serentak 2020.

“Jangan sampai pesta demokrasi ini memunculkan klaster baru penyebaran Covid-19 dari Pilkada Serentak,” ungkapnya.

Mantan ketua Komisi III DPR itu meminta KPU agar dapat memetakan daerah yang memiliki zona hitam, merah, kuning, hijau, secara baik dalam Pilkada Serentak 2020 nanti.

Menurutnya, hal itu dapat meningkatkan antisipasi dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sampai pemungutan suara nanti.

BACA  Wakil Ketua MPR Ajak Masyarakat Terlibat Aktif Atasi Pandemi

“Harus ada pengawasan yang ketat dari aparat keamanan baik TNI dan Polri di lokasi sosialisasi maupun pemungutan suara nantinya,” ungkapnya.

Legislator Dapil II Lampung itu mengatakan pelaksanaan pilkada serentak di masa pandemi Covid-19 perlu dimanfaatkan menjadi ajang peningkatan disiplin yang tinggi bagi masyarakat maupun para peserta.

Dia menegaskan keberhasilan penerapan protokol kesehatan dalam pilkada serentak akan menjadi contoh yang baik nantinya.

“Sebaliknya, kegagalan dalam penerapan aturan dan disiplin akan menjadi permasalahan sosial dan kesehatan,” jelasnya.

Menurut Azis, Singapura menjadi negara yang berhasil melaksanakan pemilihan umum di masa pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

BACA  Pemerintah Harus Mengevaluasi Pengesahan RUU Cipta Kerja

Meskipun skala pemilu di Singapura bersifat makro, ini dapat menjadi contoh di Indonesia untuk diselenggarakan secara mikro.

“Kita (Indonesia) harus buktikan bahwa kita bisa melaksanakan hal itu juga kepada Singapura dan negara lain di belahan dunia ini,” tutupnya. (boy/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Azis Minta KPU Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020“. Pada edisi Selasa, 15 September 2020.

Komentar