Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Baca!! Bikin Polisi Tidur Ada Aturannya Lho

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara Metropolis , pada Rabu, 11 Oktober 2017 | 13:29 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id Gorontalo – Pengendara yang ngebut di jalanan, balapan liar atau jalan yang ramai dilalui warga tentu bikin kesal banyak orang. Belum lagi orang tua yang punya anak kecil, tentu tambah khawatir. Inilah yang akhirnya mendorong warga untuk menghadirkan Speed bump atau yang lebih dikenal polisi tidur di jalan sekitar kediaman mereka. Tujuannya sudah pasti untuk mengakut-nakuti pengendara yang melintas biar jalan tidak ngebut karena ada polisi tidur.

Polisi tidur memang sangat efektif sebagai solusi masalah tersebut. Tapi sayang banyak yang tidak tahu kalau membuatnya punya aturannya sendiri. Tidak jarang pengendara mendapati polisi tidur yang jumlahnya tidak sedikit dalam satu ruas jalan, atau tingginya tidak sesuai standar.

BACA  2021 KPK Fokus Awasi Dana Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Seperti yang terlihat di jalan Gelatik, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Tampak beberapa bagian permukaan jalan bergunduk yang ditinggikan secara melintang.

Jumlahnya pun melebihi tiga buah yang dibuat melintang dengan jarak yang saling berdekatan. Pengguna jalan yang melintas di lokasi pun kerap mengeluhkan hal itu. Pasalnya, banyak pengguna jalan yang mengklaim pembuatan polisi tidur itu terkesan hanya dibuat sembarangan karena bentuknya yang dianggap tidak lazim.

Menurut Iswanto salah satu pemilik kendaraan roda empat yang ditemui di lokasi protes dengan dibangunnya polisi tidur berada di area lokasi tersebut. “Setahu saya yah, tidak sembarang, ada aturannya penentuan lokasi dan jumlah harus disesuaikan dengan hasil rekayasa lalulintas” jelas Iswando.

BACA  Polres Pohuwato Ungkap Aktivitas Judi Togel Online

Sementara, Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Rahmanto Idji mengakui terkadang warga yang berinisiatif membuat polisi tidur selama ini tidak sepenuhnya melaporkan ke pemerintah melalui instansi terkait.

Maka tak heran banyak polisi tidur, secara teknis, bentuknya belum sepenuhnya sesuai kaidah seusai aturan yang ada di Dinas Perhubungan. “Kalau di jalan Gelatik, memang karena ada masjid. Itu memang inisiatif warga yang membuat sendiri. Tapi kadang, banyak juga yang tidak memberitahukan kepada kami kalau ada masyarakat yang ingin membuat sendiri,” ujar Rahmanto.

BACA  BPOM Resmi Terbitkan Izin Darurat Vaksin Produksi Sinovac

Olehnya, dalam waktu dekat pihaknya merencanakan kembali melakukan sosialisasi di setiap kecamatan, terutama soal koordinasi dengan Dinas Perhubungan dalam pembuatan polisi tidur.

“Ini supaya kita lakukan pendampingan ketika masyarakat mau inisiatif membuat polisi tidur, kita ikut bersama sampaikan bahwa ketinggian harus disesuaikan dengan tingkat kelandaian, lebarnya harus minimal 25 cm dan jarak antara satu berkisar 50 cm. Kalau jumlahnya bervariasi boleh,” jelas Rahmanto.(csr/hg)


Komentar