Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bahas Pengembangan Aset, Korsupgah KPK Temui Gubernur Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 10 Agustus 2020 | 18:05 WITA Tag: ,
  Suasana pertemuan antara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan tim Korsupgah KPK, Senin (10/8/2020) di ruang kerja Gubernur Gorontalo. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikoordinir Maruli Tua menemui Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Senin (10/8/2020).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur Gorontalo itu, fokus membahas pengembang aset.

“Ada beberapa yang beliau sampaikan tadi, lebih khusus kepada pengembangan aset. Baik aset yang diserahkan dari Sulawesi Utara, yang belum tersertifikat maupun aset yang kita beli sendiri,” ucap Rusli Habibie saat diwawancarai awak media.

BACA  Tak Ada Pemerataan Anggaran Saat Rasionalisasi

Rusli Habibie mengungkapkan, saat ini sertifikat hak pakai dari Balai Pertanahan Kabupaten Bone Bolango telah rilis atas nama pemprov Gorontalo. Sertifikat tersebut masing-masing untuk tanah seluas 83.600 M2 dan 178.600 M2 yang terletak di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Selain tanah, terdapat pula tujuh unit aset bangunan senilai Rp2,7 miliar.

BACA  Tiga Daerah Ini Diminta Segera Cairkan JPS Tahap III

“Aset ini merupakan hibah dari Provinsi Sulut tapi disana masih ada pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh Kabupaten Bone Bolango. Mereka juga masih menguasai beberapa tempat khususnya yang ada kolam renangnya itu,” lanjut Rusli Habibie.

Secara langsung kepada Gubernur Rusli, Maruli Tua meminta penyelesaian aset ini dirundingkan secara bersama. Baik aset yang belum bersertifikat maupun yang telah bersertifikat tapi masih dikuasai pihak lain.

BACA  Ini Sikap Hamim-Merlan Ketika 'Diserang' Lawan Politiknya

Rusli Habibie menambahkan masalah lingkungan juga menjadi perhatian tim Korsupgah. Termasuk didalamnya adalah daerah yang membuka area pertambangan.

“Beliau menyentil masalah lingkungan utamanya daerah tambang. Mereka sudah tahu semua. Saya sampaikan juga ini sudah jadi perhatian kita dan alhamdulillah sudah mendapat atensi dari teman-teman TNI Polri,” pungkasnya. (adv/rwf/hg)


Komentar