Rabu, 10 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bahaya Pil PCC, Bhabinkamtibmas Disiagakan

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 18 September 2017 | 13:18 Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Beredarnya Pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat seluruh pihak lebih waspada.

Di Gorontalo misalnya, meski klaim Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo bahwa PIl PCC tidak beredar di wilayah Gorontalo, namun pihak kepolisian tetap melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah peredaran pil berbahaya ini.

Ya, Kapolda Brigjen Pol Rachmad Fudail, telah meberikan intruksi khusus kepada para Bhabinkantibmas di seluruh Provinsi Gorontalo untuk melakukan sosialisasi di seluruh sekolah terkait bahaya pil yang sudah memakan korban jiwa ini.

“Terungkapnya kasus peredaran pil PCC di Kendari menjadi warning kepada seluruh pihak. Apalagi, jarak Kendari dengan Gorontalo tidak terlalu jauh. Jadi tidak menutup kemungkinan Gorontalo juga akan menjadi lokasi peredaran PIl ini,” tegas Kapolda Brigjen Pol Rachmad Fudail yang juga ikut disampaikan oleh Kabid Humas, AKBP Wahyu Tri Cahyono, kemarin, Ahad (17/9).

Alasan inilah yang membuat Kapolda melakukan langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah masuknya barang haram itu masuk ke wilayah Gorontalo. “Secara khusus, Kapolda telah mengintruksikan kepada seluruh Kapolres terutama para bhabinkantibmas untuk segera dan rutin menggelar sosialiasi kepada warga Gorontalo, terutama para generasi muda, tentang bahaya pil PCC,” ujarnya.

Dipilihnya Bhabinkantibmas sebagai ujung tombak pelaksanaan sosialisasi ini, karena mereka dinilai punya kedekatan dan hubungan emosional lebih baik dengan masyarakat. “Mereka (Bhabinkantibmas,red) sudah tahu bagaimana model ataupun cara penyampaian yang baik kepada masyarakat,” tambah mantan Kapolres Bonbol ini.

Wahyu menambahkan, sasaran sosialisasi sendiri akan banyak dititikberatkan kepada para siswa SMP dan SMA karena level umur ini yang dinilai menjadi generasi yang paling rentan menjadi korban peredaran pil berbahaya itu.

Sebelumnya, warga Indonesia dikejutkan dengan informasi beredarnya PIl PCC di kalangan remaja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pil yang pada awalnya dikira narkoba jenis baru Plakka itu bahkan telah merenggut tiga orang nyawa di Kendari. (tr-45/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar