Thursday, 23 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Baju Adat Gorontalo Berjaya di Event Global Tourism Forum 2021

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo Headline Kabar Nusantara , pada Wednesday, 15 September 2021 | 22:05 PM Tags: , , , ,
  Menteri Parekraf RI Sandi Uno saat menyerahkan cinderamata baju adat Gorontalo kepada Presiden WTFI Mr. Bulut Bagci di acara GTF 2021 di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pakaian adat Gorontalo yang dikenakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI, Sandiaga Uno dalam pembukaan pelaksanaan Global Tourism Forum (GTF) 2021 menarik perhatian dari peserta kegiatan tersebut. 

Menariknya, baju adat Gorontalo tersebut juga mendapatkan pujian dari Presiden World Tourism Forum Institute (WTFI), Mr. Bulut Bagci. Dirinya mengaku kagum dan tertarik dengan tampilan baju adat Gorontalo ini.

“Tujuan mengenakan pakaian adat di forum internasional ini tentunya untuk mempromosikan pariwisata dan baju adat daerah di Indonesia dalam forum internasional,” kata Menteri Parekraf Sandiaga Uno dalam kegiatan tersebut. 

Kekaguman dari Mr. Bulut Bagci ini direspon positif oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno dengan memberikan cinderamata baju adat Gorontalo lengkap dengan foto Menparekraf Sandiaga Uno saat mengenakan baju adat tersebut sebagai contoh cara mengenakannya.

President WTFI, Mr. Bulut Bagci saat mengenakan baju adat Gorontalo yang diberikan sebagai cinderamata oleh Sandiaga Uno, baju adat ini dibuat oleh Bapak Syaiful Pulu, Anggota Gemawira Gorontalo. (Foto: Istimewa)
President WTFI, Mr. Bulut Bagci saat mengenakan baju adat Gorontalo yang diberikan sebagai cinderamata oleh Sandiaga Uno, baju adat ini dibuat oleh Bapak Syaiful Pulu, Anggota Gemawira Gorontalo. (Foto: Istimewa)

Hybrid Event Leaders Summit Asia Indonesia 2021 merupakan kegiatan diskusi mengenai pariwisata dan isu-isu di dalamnya  yang diikuti oleh banyak negara, dimana di 2021. Indonesia sebagai tuan rumah yang diselenggarakan pada 15-16 September 2021 di Jakarta. 

Penyerahan cendera mata tersebut dalam event yang merupakan kerja sama antara World Tourism Forum Institute (WTFI) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Indonesia Tourism Forum juga diliput oleh beberapa media nasional maupun internasional dan di tayangkan secara hybrid.

Lalu siapa pembuat pakaian adat tersebut? Dari sumber yang diperoleh Hargo.co.id, baju adat yang dikenakan Menteri Parekraf ini adalah buatan Syaiful Pulu Suga, pelaku Parekraf Gorontalo yang tergabung dalam komunitas Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) Gorontalo.

Gemawira adalah organisasi Sociopreneur yang kantor pusatnya berkedudukan di Jakarta dan anggotanya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan Luar Negeri. Organisasi yang diketuai ibu Diantri Lapian ini Fokus dalam memberikan pelatihan, pendampingan dan pembinaan bagi para pelaku Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan UMKM. 

Dalam Pembuatan baju adat ini, Ketua Umum Gemawira, Yunilia Asra Uno mengkoordinir pembuatannya. Baik dari desain, pilihan warna dan aksesoris serta ukuran khusus dan tampilan formal untuk dikenakan Menteri Parekraf dalam ajang diskusi pariwisata internasional tersebut. 

Setelah mendapat persetujuan desain dan warna dari Gemawira Pusat, dalam waktu dua Minggu baju adat ini selesai dibuat oleh Syaiful Pulu Suga dengan berkoordinasi dengan Yunilia Asra Uno dan kemudian dikirim ke Ketua umum Gemawira di Jakarta.

“Ini juga sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dan masyarakat kepada pelaku usaha agar semakin kreatif, produktif dan dapat meningkatkan produksi dan pemasarannya setelah dibantu promosi,” kata Sandiaga Uno. (***)

 

Penulis: Sucipto Mokodompis/Rilis

(Visited 131 times, 1 visits today)

Komentar