Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bak Penampungan Air Kering, PDAM Dituding Rebut Sumber Air Warga

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 19 Mei 2016 | 13:06 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id BONE BOLANGO – Keberadaan bak PDAM Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) yang berada di hulu Sungai Ulanta mulai disoal oleh warga di Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Bonbol. Pasalnya dengan adanya bak penampungan PDAM ini,warga yang ada di tiga desa yakni Desa Ulantha, Huluduotamo, dan Desa Helumo, Kecamatan Suwawa, tak lagi bisa menikmati air bersih yang dahulu dapat dinikmati dengan cuma-cuma.

Terhitung sudah 3 tahun ini, bak penampungan air warga setempat tak lagi mendapatkan aliran air. Sebab, sudah dibendung oleh bak PDAM yang berada di bagian hulu Sungai Ulanta. Sehingga warga di tiga desa mengalami krisis air bersih.

BACA  Amankan Perayaan Paskah 2021, 600 Personel Gabungan di Gorontalo Dikerahkan

Sebelum ada pembangunan PDAM yang berlokasi di Desa Ulanta tersebut, Warga setempat memanfaatkan bak penampungan yang berada di kaki gunung dekat Sungai Ulanta.

Bak tersebut dibangun secara swadaya oleh masayrakat setempat sejak tahun 2005 silam dan bisa menyuplai air yang ada di tiga desa tersebut. Namun sejak PDAM Bone Bolango membangun bak penampungan air di hulu sungai pada 2011 silam, menjadi salah satu penyebab sehingga sudah tidak ada lagi air yang mengalir ke bak penampungan yang ada di hilir sungai Ulantha.

BACA  Bahas Persandian Dan Keamanan Informasi, Diskominfo di Gorontalo Gelar Rakor

Menurut Hendrik Otane selaku Tokoh Masyarakat Desa Ulantha mengatakan, masyarakat sudah 3 tahun terakhir ini tidak merasakan lagi air yang sebenarnya menjadi hak mereka selama ini.

BACA  Pemprov Gorontalo Dukung Peningkatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Menjadi Kelas I

“Seharusnya kami sebagai warga pribumi bisa mendapatkan air, walaupun itu dibayar tapi jangan di berikan harga yang tinggi bagi masyarakat Ulanta,”kata Hendrik Otane.

Lebih parah lagi tambah Hendrik, ketika masyarakat mencoba menggunakan air dari PDAM, tetapi sungguh ironi disaat terlambat membayar tagihan dari PDAM, langsung medapat panggilan dari kejaksaan. Seharusnya kata Hendrik, masyarakat Desa Ulanta sebagai masyarakat pribumi diprioritaskan, bila perlu mendapat suplai air PDAM secara gratis.

Laman: 1 2


Komentar