Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bak Penampungan Air Kering, PDAM Dituding Rebut Sumber Air Warga

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 19 Mei 2016 | 13:06 WITA Tag: ,
  


“Karena kami punya hak Pribumi, bahkan sebelumnya memiliki bak penampungan air secara swadaya yang saat ini sumber airnya sudah diambil alih PDAM dengan cara dibendung dari hulu sungai,”ujar Hendrik.

Untuk itu Hendrik berharap agar Bupati Bone Bolango Hamim Pou segera turun tangan dengan persoalan ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi antara masyarakat dengan pihak PDAM.

Terpisah Kepala Desa Huluduotamo Suardi Wartabone, yang merupakan Desa Tetangga juga mengaku bahwa imbasa dari kosongnya bak penampungan air milik swadaya masyarakat di Desa Ulantha juga juga dirasakan warga di Desa Huluduotamo.

BACA  Bersua di Perbatasan, Ini Kesepakatan Forkopimda Gorontalo dengan Sulut 

“Kami yang selama ini mendapat suplai air dari Desa Ulanta kini sudah berjalan 3 tahun tidak mendapat air lagi. Sebelumnya air yang dari Desa Ulanta itu bisa mensuplai sampai pada 2 Desa yakni Huluduotamo dan Helumo,”kata Suardi Wartabone.

BACA  Rusli Habibie: Tolinggula Jauh di Mata, Dekat di Hati 

Lebih lanjut Suardi Wartabone mangaku kecewa dengan apa yang dilakukan PDAM yang datang mengambil sumber air di sungai Ulantha tidak ada sosialisasi dengan masyarakat terlebih dahulu. Bahkan, masyarakat kata Suardi Wartabone di iming-imingi dengan pemasangan Gratis, namun pembayaranya sampai dengan jutaan rupiah.

“Uang darimana yang akan diambil masyarakat sudah jutaan rupiah perbulan hanya untuk membayar tagihan PDAM. Sementara dulu masyarakat disini memang sudah lama memakai air secara cuma-cuma dari bak penampungan milik swadaya masyarakat. Mengapa nanti sudah ada PDAM harus bayar,”ketusnya.

BACA  Gubernur Gorontalo Bersama Jajaran Ikuti Rakor di Kantor KPK RI

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Bagian Teknik PDAM Bone Bolango Alan mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti apa yang telah terjadi selama ini. “Karena semua ini kesalahan dari awal pembanunan PDAM tersebut,”kata Alan singkat. (Tr-53/hargo)

Laman: 1 2


Komentar