Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Balita Tewas dianiaya Ayahnya, Alasannya Sangat Sepele

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara News Post , pada Senin, 7 Mei 2018 | 09:15 WITA Tag: , ,
  Suasana di rumah korban. (foto : Yuni Rusmini / Facebook)


Hargo.co.id, GOWA – Kejadian memilukan terjadi di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalasang, Gowa. Seorang balita, Abdul Mufid (4) akhirnya meninggal dunia.

Informasi awal yang dilansir dari akun facebook Yuni Rusmini menuliskan, sehari sebelumnya korban tepatnya Jumat (4/5) malam hari, diduga dicubit di sekujur tubuh, dan digigit pipinya oleh ayahnya Hasan Basri (29) akibat gemes celana pelaku dikencingi korban.

Keesokan harinya, korban diajak jalan-jalan oleh pelaku ke Pantai Losari dari pagi hingga menjelang sore.

BACA  Dijual, Surat Nikah dan Cerai Inggit-Soekarno Kebanjiran Peminat

Dalam perjalanan pulang — menurut penuturan pelaku — tepatnya di Jl. Tun Abdul Razak, motor direm mendadak oleh pelaku, sehingga korban jatuh dengan posisi kepala di bawah.

Setiba di rumah, pelaku melapor ke adiknya jika korban panas, matanya naik dan wajah korban lebam.

Korban disemayamkan di rumahnya. (foto : Yuni Rusmini / Facebook)

Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Pattalasang kemudian dirujuk ke RSUD Syekh Yusuf, namun nyawanya tak terselamatkan.

BACA  Masyarakat Perlu Memahami Upaya Penanganan Covid-19

Ibu korban Mutmainah yang ditemui media, mengaku hanya melihat anaknya lebam ketika pulang dari pantai. “Tidak tahu juga kenapa, hanya pas pulang sudah banyak lebam di badannya, mukanya juga,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, terduga pelaku (ayah korban) sudah dibawa ke Polres Gowa untuk keterangan lebih lanjut.

“Keterangan ayah korban yang katanya jatuh dari motor karena rem mendadak tidak kita percayai 100 persen, jadi kita bawa ke mako,” ujarnya.

Ditanya apakah motifnya karena celana pelaku dikencingi korban, Shinto mengatakan masih mendalami.

BACA  Keberadaan MUI Semasa Pandemi Covid-19 Sangat Dibutuhkan Umat Islam

“Kita masih dalami, itu masih sebatas pengakuan terduga pelaku,” tambahnya.

Jasad korban sendiri hingga Minggu (6/5) masih berada di RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan visum/autopsi. (hg/rah/yunirusmini)


Komentar