Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bandara Djalaluddin Diperketat, Ratusan TKA Asal China Bakal Masuk Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo Headline , pada Kamis, 9 Juli 2020 | 22:07 WITA Tag: , ,
  Bandara Djalaluddin Gorontalo


Hargo.co.id, GORONTALO – Bandara Djalaludin Gorontalo mulai diperketat. Pasalnya, dalam waktu dekat ini ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China akan masuk ke Gorontalo. Kedatangan para TKA ini berbarengan dengan tenaga kerja lokal yang berasal dari luar Gorontalo.

Informasi yang berhasil dihimpun, kedatangan para TKA ini terkait dengan pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) I di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito.

Kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal tersebut untuk memacu penyelesaian pembangunan PLTU Sulbagut I yang sejatinya harus selesai pada bulan Mei 2020 tetapi karena adanya pandemi Covid-19, pekerjaannya molor dan ditargetkan selesai pada Desember 2020. Percepatan pembangunan PLTU yang berkapasitas 2×50 megawatt itu dipacu mengingat kapal pembangkit listrik terapung di Amurang, Minahasa, yang menyuplai listrik ke Gorontalo dan Sulawesi Utara akan berakhir masa kontraknya pada Januari 2021.

BACA  Tiga Kecamatan Diterjang Banjir, Ini Langkah Pemda Kabgor

Rencana kedatangan para TKA ini mendapat perhatian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Gorontalo. Ya, bersama Forkopimda dan sejumlah pihak terkait, GTPP membahas berbagai langkah yang akan diambil dengan kedatangan para TKA tersebut.

Dari pembahasan itu, disepakati untuk penanganan TKA maupun tenaga kerja lokal akan dilakukan sejak kedatangan di bandara. Seluruh tenaga kerja akan melalui pemeriksaan yang ketat dan wajib memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku bagi pengunjung yang memasuki wilayah Gorontalo, seperti visa bagi TKA, Surat Ijin Keluar Masuk, serta hasil swab atau rapid test.

BACA  Udang Vaname Senilai Rp 1,4 Miliar Diekspor ke Jepang

Selain itu juga akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal. Sementara itu pihak perusahaan juga diminta untuk memberlakukan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan kerja.

“Kedatangan TKA harus diatur. Setelah gelombang pertama selesai pekerjaannya dan kembali, baru gelombang kedua datang, begitu seterusnya. Juga jangan keluar dari zona perusahaan dan dilarang mengkonsumsi minuman keras,” ujar Idris Rahim saat memimpin rapat yang membahas kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal di Sekretariat GTPP Provinsi Gorontalo, Kamis (09/07/2020).

Suasana pembahasan kedatangan TKA oleh GTPP Covid-19 yang dipimpin Wakil gubernur Gorontalo Idris Rahim, Rabu (9/7/2020). (Foto : Istimewa)
Suasana pembahasan kedatangan TKA oleh GTPP Covid-19 yang dipimpin Wakil gubernur Gorontalo Idris Rahim, Rabu (9/7/2020). (Foto : Istimewa)

Idris Rahim juga meminta pihak perusahaan untuk menambah jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di lokasi pembangunan PLTU. Begitu pula fasilitas karantina yang harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh GTPP.

BACA  18 Juli 2020: Ketambahan 11 Pasien, Tiga Meninggal, 27 Sembuh

“Dokternya harus ditambah, minimal tiga orang. Untuk ruangan karantina jangan sampai berdesak-desakan. Ini harus dipatuhi oleh perusahaan,” tegas Wagub Gorontalo dua periode itu.

Kedatangan TKA dan tenaga kerja lokal dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama TKA akan tiba pada bulan Juli ini sebanyak 177 orang. Selanjutnya gelombang kedua pada bulan Agustus 30 orang dan gelombang ketiga 20 orang bulan September. Sementara tenaga kerja lokal gelombang pertama sebanyak 310 orang, gelombang kedua 150 orang bulan Agustus, dan gelombang ketiga 200 orang bulan September sampai Oktober 2020. (adv/rwf/hg)


Komentar