Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bandara Pohuwato Butuh Rp 350 Miliar, Kemenhub Janji Tahun 2020 Sudah Bisa Digunakan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 4 Maret 2017 | 10:34 WITA Tag: , , , , ,
  


POHUWATO Hargo.co.id – Pembangunan bandara Pohuwato di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan yang dirintis sejak tahun 2006 oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato, mulai mendapat perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk dibantu kelanjutan pembangunanya. Jumat (3/3) tadi malam, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Agus Santoso datang meninjau langsung lokasi pembangunan bandara. Sejauh ini, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan dan bahkan pengerasan untuk landasan pacu dan sistem drainase area bandara.

Kepada Gorontalo Post (grup Hargo.co.id) di Marisa, Dirjen Perhubungan Udara Kemengub Agus Santoso, semalam mengatakan, pihaknya akan memberikan perhatian serius untuk kelanjutan pembangunan bandara Pohuwato. Ia melihat bandara di daerah paling barat Provinsi Gorontalo sangat relevan karena dapat menunjang perekonomian daerah.

Terkait dengan itu, lanjut Agus Santoso, tahun 2017 ini Kementerian Perhubungan telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 60 miliar untuk kelanjutan pembangunan. Setelah itu, anggaran akan terus dikucurkan setiap tahun hingga bandara rampung dan siap digunakan. Kemenhub kata Agus telah memperkirakan total anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan pembangunan bandara menelan dana hingga Rp 350 miliar. “Itu yang bakal kami kucurkan ke daerah Pohuwato,”janjinya.

BACA  Tetap Jalankan 3M di Tempat Wisata

Jika ini terus terealisasi, Agus memperkirakan pada tahun 2020 atau tiga tahun lagi, bandara Pohuwato sudah bisa beroperasi. “Dengan harapan kehadiran bandara bisa membantu masyarakat dalam hal mempermudah akses transportasi,”ujarnya. Salah satu kendala kelanjutan pembangunan bandara Pohuwato, adalah adanya sebagian lahan yang masuk dalam kawasan bandara adalah bagian dari hutan lindung.

BACA  Duta Perubahan Perilaku Covid-19 Capai 29 Ribu Orang

Untuk pembebasanya butuh izin Kementerian Kehutanan, sehingga hal itu yang masih terus dikomunikasikan dengan Kementerian Kehutanan. “Belum lama ini telah bertemu langsung dengan Kementrian Kehutanan. (Lahan) Ini nantinya oleh Kementrian Kehutanan akan dialihfungsikan guna mendukung pembangunan bandara,”tandasnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Daerah juga dimintanya untuk mengubah rancangan tata ruang wilayah (RTRW) agar mempermudah alih status lahan yang ada. Disisi lain, Agus Santoso menyatakan, apabila bandara ini dimanfaatkan, maka dampak perekonomian daerah bakal lebih maju. Apalagi Gorontalo didukung oleh banyaknya potensi wisata. “Kami berharap agar masyarakat bisa bersama-sama mendukung pembangunan ini, termasuk menjaga keamanan di lokasi bandara.

Nantinya bandara ini bakal dipagari, sehingga semuanya terkontrol dengan baik dan tidak ada hewan yang di lepas dikawasan bandara, karena hal tersebut bisa berdampak buruk pada persoalan penerbangan,” terangnya.

BACA  DPRD Bone Bolango Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

Sementara itu, Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jamal Ngandro menambahkan, Pemprov Gorontalo turut membantu untuk pembangunan bandara ini, dimana untuk jalan dari jalur trans Sulawesi menuju ke lokasi bandara, akan diaspal menggunakan APBD provinsi.

Menurut Jamal Nganro, jika bandara ini beroperasi, maka akan ada sejumlah route regional yang akan dilayani, misalnya dari Pohuwato menuju bandara Djalaludin di Tibawa, Kabupaten Gorontalo, ke wilayah Sulteng dan Sulawesi Utara. “Dan diupayakan untuk menuju Makassar (Sulsel). Nanti akan dilihat pula, bagaimana intensitas masyarakat yang akan mempergunakan pesawat. Ketika meningkat, maka kami akan mengkomunikasikannya dengan berbagai maskapai yang ada,”pungkasnya. (kif/hargo)


Komentar