Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bang Sianturi Penerobos Istana Merdeka Itu Stres Gara-gara Ini

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Selasa, 29 Agustus 2017 | 10:57 Tag: ,
  Petugas keamanan Istana berusaha mengevakuasi pria tanpa busana, Senin (28/8/2017).

Hargo.co.id PRIA bugil penerobos Istana Merdeka, B Sianturi (33), diduga mengalami gangguan jiwa. Untuk memastikan hal tersebut, polisi akan memeriksa kesehatan jiwanya ke dokter kejiwaan.

“Ini sedang kami koordinasikan dengan dokter jiwa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ), Komisaris Besar Argo Yuwono, saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2017).

Dugaan gangguan jiwa terhadap Brokington diketahui saat polisi melakukan pemeriksaan terhadap dirinya. Beberapa pertanyaan yang diajukan, tidak relevan dengan jawaban yang diberikan.

Sehingga, polisi pun melibatkan dokter kejiwaan untuk membuktikan kewarasan pelaku.

Artinya, secara tidak langsung, jika Brokington terbukti mengalami gangguan jiwa, maka ia tidak dapat dikenakan pidana. Sesuai Pasal 44 KUHP (1) yang menyebutkan seseorang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara pidana jika cacat kejiwaan atau terganggung karena penyakit

“Wah itu orangnya tidak bisa jawab ya. Ngalor ngidul tidak jelas,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto menyebut bila pelaku adalah pedagang alat-alat terapi di Pasar Baru, Sawah Besar. Sementara kediamannya ada di Cengkareng, Jakarta Barat.

Suyudi menyebut mereka telah memeriksa keluarga yang bersangkutan. Dari keterangan dari pihak keluarga, menyatakan pria tersebut stress karena faktor ekonomi yang menghimpit keluarganya. “Jadi dia stres karena tingginya persaingan dagang,” ucap dia, Senin (28/8/2017).

“Jadi dia ini mulai curhat terus mengenai hal itu. Alasan yang disampaikan oleh yang bersangkutan ngelantur atau di luar kesadaran. Itu diduga karena stres atau depresi,” sambung dia.

Sebelumnya dari informasi dihimpun, B Sianturi meninggalkan rumahnya yang terletak di daerah Cengkareng, Jakarta Barat pada jam 06.00. Tanpa alasan yang jelas, dia langsung bergegas keluar kediamannya dengan cara berlari.

Sesampainya di depan Mahkamah Agung, dia langsung membuka pakaiannya dan berlari menuju pagar Istana Merdeka pada pukul 07.30 WIB. Ketika diamankan, dia mengaku memasuki kompleks Istana lantaran hendak menikah. (san/rmol/elf/JPC/jpg/nin/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar