Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banjir Bandang! Jembatan Gantung Ambruk, 4 SD Diliburkan

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 18 April 2018 | 15:13 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Pasca banjir bandang yang melanda enam Desa di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah desa di Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (16/4) malam, warga masih trauma dan waspada dengan banjir susulan.

Apalagi, selasa (17/4), intensitas hujan masih tinggi, bahkan volume air di Sungai Alo juga sempat naik. Dari data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, sedikitnya ada 2008 Kepala Keluarga atau 6018 jiwa yang terkena dampak banjir bandang akibat hujan selama enam jam tersebut.

Pantauan Gorontalo Post, kemarin, sebagian besar warga telah kembali dari pengungsian ke rumah masing-masing. Namun ada juga sebagian warga yang memilih belum kembali ke rumahnya dengan alasan masih trauma.

BACA  'Kolor Ijo' Gorontalo Diringkus Polisi

“Ini hujan masih jaga turun. Takutnya mo banjir ulang,”ungkap Suriyati warga Desa Botumoputih, salah seorang warga yang rumahnya terkena dammpak besar banjir, sore kemarin. Suriyati yang mengaku kehilangan banyak barang berharga tersebut berharap agar pemerintah dapat membantu atau setidaknya meringankan beban mereka.

Dampak banjir bandang tidak saja merendam ribuan rumah warga, tapi juga merusak fasilitas publik. Seperti halnya sebuah jembatan gantung di Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, yang ambruk akibat terjangan air di Sungai Alo. Jembatan yang berada di Dusun Sentar Desa Buhu tersebut baru dibangun pada bulan desember 2017 lalu.

Jembatan itu merupakan akses utama sebagian warga dusun Sentral yang berada diseberang sungai. Menurut warga, jembatan tersebuut ambruk sekitar pukul 17.30 wita atau menjelang magrib. “Ada pohon kapuk yang terbawa arus banjir dari Desa Labanu, yang menghantam jembatan hingga roboh,” ungkap Sutrisno Suleman warga Desa Buhu.

BACA  Butuh Rp 42,9 Miliar untuk Tangani Banjir di Gorontalo Utara

Selain jembatan, ada empat sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tibawa yang terpaksa meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kemarin. Para siswa yang kesekolah hanya diminta untuk membantu membersihkan lumpur bekas banjir di ruang kelas. “Pagi tadi (kemarin,red) siswa datang berseragam lengkap.

Namun mengingat keadaan sekolah yang amburadul akibat banjiir. Mereka kami pulangkan, dan berinisiatif ganti baju untuk sama-sama membersihkan sekolah,” ungkap Karsum Mangopa, Kepala SDN 1 Tibawa yang terkena dampak paling parah. Bahkan hingga pukul 16.00 Wita, air di sekolah tersebut masih mencapai paha orang dewasa.

BACA  Respon Bencana Banjir, Indra Yasin Minta OPD Turun ke Lapangan

Selain SDN 1 Tibawa, tiga sekolah lain yang juga ikut kena dampak adalah SDN 10 Tibawa, SDN 12 Tibawa dan SDN 16 Tibawa. Pantauan Gorontalo Post, pihak sekolah dan orang tua murid yang dibantu TNI, Polisi dan warga, membersihkan sekolah yang dipenuhi lumpur tersebut.

Diperkirakan KBM masih akan ditunda hingga hari ini, mengingat kondisi sekolah yang tidak memungkinkan dilangsungkan KBM. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Lilian Rahman mengungkapkan bahwa sekolah tersebut terendam sejak malam (Senin, 16/4), sehingga dipenuhi lumpur bahkan ada yang masih digenangi air.

Laman: 1 2 3


Komentar