Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banjir Bandang Terjang Masamba, Dua Tewas dan Tujuh Orang Hilang

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar dari Timur Sekitar Anda , pada Selasa, 14 Juli 2020 | 13:05 WITA Tag: , , ,
  (Suasana pascabanjir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada Selasa (14/7).)


Hargo.co.id, SULSEL – Dua orang dinyatakan tewas usai banjir bandang menerjang Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (13/7) malam. Selain dua orang meninggal, beberapa korban juga mengalami luka-luka saat dievakuasi.

”Sementara ini, ada dua orang korban meninggal dunia karena hanyut dan jenazahnya sudah di Rumah Sakit Hikmah,” ujar Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Utara Amiruddin sebagaimana dilansir JawaPos.com pada Selasa (14/7).

Saat kejadian, lanjut dia, air deras disertai lumpur terus naik hingga masuk ke rumah warga. ”Sempat tadi malam (13/7) dievakuasi. Terjadi banjir lumpur dan air bah, kejadian kira-kira setelah Isya, air saat itu terus-terus naik. Korban ada luka-luka, patah kaki dan meninggal dunia,” kata Amiruddin.

BACA  Disambut Pendukung PSM, Aksi Bonek Peduli Tiba di Sulbar

Dari informasi BPBD setempat, musibah itu terjadi di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Banjir bandang terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi sejak Minggu (12/7) khususnya wilayah pegunungan. Sekitar pukul 20.15 wita, volume air di bantaran Sungai Masamba naik dan menggenangi permukiman warga. Setelah beberapa menit, air tiba-tiba surut sehingga beberapa warga di sekitar bantaran sungai kembali ke rumah berniat untuk membersihkan sampah.

Namun pada pukul 21.00 wita, volume air kembali naik dengan ketinggian kurang lebih 400 sentimeter yang membawa material kayu dan lumpur sehingga mengakibatkan beberapa orang warga di sekitar bantaran sungai terjebak di dalam rumah. Pada Selasa (14/7) pukul 01.05 wita, volume air berangsur-angsur surut.

BACA  Disambut Pendukung PSM, Aksi Bonek Peduli Tiba di Sulbar

Kejadian itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, diketahui atas nama Gandi, 35, warga Dusun Pontaden Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba. Kemudian Askar alias Arkam, 35, warga Dusun Pontaden Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba. Sedangkan korban hilang tujuh orang, semuanya warga Dusun Pontaden, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba. Puluhan rumah ikut terbawa arus dan tertimbun lumpur dari material banjir.

Tidak hanya di Kecamatan Masamba, banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Sulsel. Sungai Randda meluap mengakibatkan puluhan rumah warga dan tempat ibadah terendam air bercampur lumpur dan pasir setinggi hampir dua meter.
Lokasi Desa Radda, berjarak hanya sekitar dua kilometer dari pusat Kota Masamba, yang juga terlebih dahulu teredam banjir membawa material lumpur. Musibah tersebut bersamaan dengan meluapnya Sungai Masamba, yang membuat arus air sungai meluber ke jalan raya hingga masuk ke Bandar Udara Andi Djemma pada Senin (13/7) malam. Pada Selasa (14/7) pukul 02.53 wita, jalan Trans Sulawesi pun lumpuh. Saat ini, tim terpadu dari unsur BPBD, PNI, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan instansi terkait, turun di lokasi untuk melakukan penanganan pascabencana. (lrm/antara/jawapos/hg)

BACA  Disambut Pendukung PSM, Aksi Bonek Peduli Tiba di Sulbar

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com dengan judul: “Dua Tewas dan Tujuh Orang Hilang Usai Banjir Bandang Terjang Masamba“. Pada edisi Selasa, 14 Juli 2020.


Komentar