Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banjir dan Tanah Longsor Intai Warga Kota Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kota Gorontalo Metropolis , pada Minggu, 5 Januari 2020 Tag:
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Curah hujan tinggi mulai melanda Kota Gorontalo. Tamu musiman seperti banjir dan tanah longsor mulai menghantui setiap warga.

Seperti halnya warga di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Banyak rumah warga yang berdiri tepat di tepi sungai. Warga dituntut waspada jika curah hujan tinggi, agar terhindar dari bencana yang mengancam keselamatan.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, debit air di Sungai Bolango terpantau sedikit. Bahkan debit air tidak melewati dasar dari tanggul yang membatasi sungai dengan pemukiman warga. Meskipun begitu, warga tetap dituntut agar selalu waspada, karena Gorontalo sudah memasuki musim penghujan.

Selain itu, banyak warga yang membangun hunian tepat berada di kaki Gunung yang dikhwatirkan berpotensi tertimpa tanah longsor. Setidaknya sudah dua rumah warga yang tertimpa batu besar dari gunung pada akhir tahun kemarin.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Gorontalo, Abubakar Laudi, mengatakan, Kecamatan Hulonthalangi dan Kecamatan Dumbo Raya merupakan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Selain dekat dengan sungai, gunung yang hampir gundul tepat berada di atas permukiman warga menjadi ancaman ketika curah hujan tinggi.

“Kita terus lakukan sosialisasi, bahkan sampai ke tingkat kelurahan agar masyarakat waspada bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Abubakar Laudi.

Bahkan pemerintah sudah membentuk tim di tiap kelurahan. Tim yang dibentuk merupakan pemuda dan warga setiap kelurahan, mereka menjadi informan dan tim evakuasi jika terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

“Saya menghimbau kepada warga dari Kecamatan Dumbo Raya dan sebagian di Hulonthalangi, agar lebih waspada. Hindari tepat berada di area bencana,” katanya. (gp/hg)