Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banjir dan Tanah Longsor ‘Teror’ Warga Kota Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Metropolis , pada Kamis, 30 Juli 2020 | 02:05 WITA Tag: ,
  Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Gorontalo, Rabu (29/07/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Bencana banjir kembali melanda sejumlah kecamatan di Kota Gorontalo, Rabu (29/07/2020). Bukan hanya banjir, sejumlah titik longsor ikut ‘meneror’ warga Kota Gorontalo saat ini.

Informasi yang berhasil dihimpun, banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Bone ini dipicu tingginya curah hujan yang turun sejak Selasa (28/07/2020) malam.

BACA  Gara-Gara Virus Corona, Seorang Ayah Tega Bunuh Anaknya

Akibat banjir ini, sebanyak 418 rumah warga yang berada di bantaran Sungai Bone dan yang terletak di daerah langganan banjir, terendam. Ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo.

Data BPBD juga menyebutkan, ada 2.278 warga terdampak banjir telah mengungsi ke sejumlah titik pengungsian. Mereka terpaksa meninggalkan hunian mereka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA  Sosok Mayat Ditemukan di Lapangan Taruna

“Warga yang terdampak banjir menempati sejumlah lokasi pengungsian yang telah kami siapkan. Seperti di gedung Belle li Mbui, RS Kesdim, gedung persekolahan dan tempat-tempat aman lainnya,” ungkap kepala BPBD Kota Gorontalo, Abu Bakar Luwiti saat dihubungi Hargo.co.id

BACA  Densus 88 Bekuk 6 Terduga Teroris di Pohuwato

Selain bencana banjir, sebanyak tiga kelurahan di Kota Gorontalo mengalami musibah longsor. Yakni, Kelurahan Talumolo, Leato Utara dan Leato Selatan.

“Tiga kelurahan di Kecamatan Dumbo Raya mengalami musibah longsor. Dari laporan tim kami yang ada di lokasi, ada delapan rumah yang terdampak musibah ini,” pungkas Abu Bakar Luwiti.(rwf/hg)


Komentar