Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banjir Pohuwato, Seorang Lansia Meninggal Dunia Terseret Arus

Oleh Ryan Lagili , dalam Kab. Pohuwato , pada Senin, 21 September 2020 | 14:05 WITA Tag: , , , , ,
  Sejumlah warga saat dievakuasi untuk mengungsi akibat banjir yang melanda Pohuwato. (Foto : istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Pohuwato, selama hampir 5 jam, menyebabkan banjir bandang, Sabtu (19/09) malam. Akibatnya, ribuan warga yang tingal di lima kecamatan di Kabupaten Pohuwato, ikut merasakan dampaknya. Bahkan, akibat arus sungai yang deras, di Kecamatan Paguat, membuat Asi Daliuwa (60) terseret hingga ditemukan tewas warga setelah beberapa jam dilakukan pencarian.

Pantauan Gorontalo Post, intensitas curah hujan yang tinggi di sebagian wilayah Kabupaten Pohuwato, juga diperparah dengan kondisi drainase yang tak berfungsi secara optimal, membuat ratusan rumah warga di Kecamatan Marisa, Kecamatan Buntulia, Kecamatan Duhiadaa dan Kecamatan Patilanggio ikut terendam banjir, setinggi paha orang dewasa.

Atas peristiwa tersebut, lebih dari 2.789 jiwa ikut terdampak. Beberapa diantaranya terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

BACA  Giliran Warga Wonggarasi Terima Bantuan Bahan Pokok

Selain melanda ratusan rumah warga, di 4 Kecamatan, Pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pohuwato juga membuat debit air sungai di Kecamatan Paguat semakin meninggi, hingga menewaskan Asi Daliuwa (60), warga asal Desa Maleo, Kecamatan Paguat.

Dari informasi yang dirangkum, tewasnya Asi bermula saat wanita paruh baya ini hendak pulang bersama menantunya, Simbi Suarti Isieli (39), setelah seharian berkebun. Kendati debit air sugai yang tinggi, Asi (60) bersikukuh mengajak sang mantu untuk pulang, dengan alasan khawatir hari mulai gelap. Mengingat, jarak kebun dengan pemukiman warga terbilang cukup jauh.

Meski sempat melarang korban, karena arus sungai yang deras, Simbi (39) pun mengiyakan ajakan korban. Namun sesaat setelah mengambil peralatan yang akan dibawanya pulang, Simbi tak lagi melihat keberadaan korban yang disadarinya telah terbawa arus.

BACA  Hindari Kerumunan, Demo Omnibus Law Tak Dapat Izin

Setelah melakukan pencarian bersama warga lainya, beberapa jam kemudian, jasad Asi ditemukan tak bernyawa, terhimpit pepohonan yang ikut terbawa arus sungai.

“Saya sudah bilang jangan dulu menyeberang, tapi almarhumah hanya bilang air sungai mulai surut, mo dapa malam disini. Padahal saya sendiri lihat air sungai masih sangat deras. Pas saya somo angkat barang, ini (korban) so tidak ada,” tutur Ka Simbi saat menceritakan detik-detik sang mertua hanyut.

Kepala BPBD Pohuwato, Ramon Abdjul, menyampaikan, untuk wilayah yang terdampak banjir, diantaranya, Desa Manawa Kecamatan Patilanggio, Desa Mekar Jaya, Desa Buntulia barat, Desa Buntulia Jaya, Desa buntulia Selatan di Kecamatan Duhiadaa. Desa Botubilotahu, Desa Teratai, serta Desa Sipatana di Kecamatan Buntulia.

BACA  Resmi Ditetapkan, Ini Nomor Urut Paslon di Pilkada Pohuwato

Sementara untuk kondisi terkini, sambung Ramon, air sudah mulai surut dan sebagian warga mulai beraktifitas kembali untuk membersihkan rumah masing-masing.

“Kondisi rumah yang rusak nihil. upaya yang sudah di lakukan, tim tagana Pohuwato bekerjasama dengan BPBD Pohuwato dibantu aparat, sudah membuka dapur umum, mengoperasikan alat berat untuk menormalisasikan drainase yang tersumbat, menerjunkan tim medis untuk pelayanan Kesehatan bagi para korban. Untuk korban tewas yang terseret arus sungai, tadi malam Bupati sudah turun langsung untuk memberikan santunan dan ucapan turut berbelasungkawa atas peristiwa tersebut,” pungkasnya. (ryn/hg)


Komentar