Jumat, 25 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bantah Rasis, Abu Janda Sebut Evolusi untuk Menghina Pola Pikir Pigai

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Kamis, 4 Februari 2021 | 19:05 WITA Tag: , , , ,
  Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


Hargo.co.id, JAKARTA – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda telah selesai menjalani pemeriksaan perdana di Bareskrim Polri terkait kasus rasialis. Penyidik mencecar dia dengan 20 pertanyaan seputar cuitannya di media sosial kepada mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Seperti yang dilansir JawaPos.com, Abu Janda mengatakan, pemeriksaan ini masih bersifat awalan. Belum masuk pada subtansi pokok perkara. Pada pemeriksaan ini, Abu Janda juga menjelaskan kepada penyidik soal kata evolusi yang ia lontarkan kepada Pigai.

Menurut dia, cuitan itu merupakan balasan atas cuitan Pigai yang dianggap menghina mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Abu Janda juga membantah jika kata evolusi dimaksudkan untuk menyamakan Pigai dengan hewan. Melainkan, evolusi yang dimaksud yakni terkait pola pikir Pigai.

BACA  51 Pegawai KPK di Pecat, PKS: Nurani Publik Tersakiti!

“Karena ini semuanya dimulai dari tweet Natalius Pigai menanyakan kapasitas, saya juga kembali menanyakan balik ke dia, apa cara berpikir kau sudah evolusi belum? Cara berpikir kau, kapasitas berpikir kau,” kata Abu Janda di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/2).

Atas dasar itu, Abu Janda menilai kasus ini seharusnya menjadi permasalahan pribadi dia dengan Pigai. Namun, pihak yang melaporkan dia ke Bareskrim Polri tidak memiliki hubungan dengan Pigai.

“Kalau dibilang saya menghina cara berpikir dia, betul. Tapi kan itu urusan saya sama Pigai. Makanya saya bingung ini kok saya lihat pelapornya masih ini-ini juga, terus dilebarkan kemana-mana tanpa konteks,” jelasnya.

BACA  Pimpinan dan Anggota Tertular Covid-19, Komisi VIII DPR Lockdown

Sebelumnya, KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri. Laporan itu dibuat oleh KNPI dan diterima oleh kepolisian dengan nomor LP/B/0052/I/2021/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Dalam pelaporan ini, Abu Janda diduga melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) dan atau Pasal 45 A ayat (2) Jo Pasal 25 ayat (2) dan atau UU Nomor 19 Tagun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian ditambah Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP tentang kebencian permusuhan individu dan atau antar golongan (SARA).

Abu Janda sempat men-twit bernada rasialis terhadap eks Komisioner Komas HAM Natalius Pigai. “Kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?” cuit Abu Janda di akun Twitter @permadiaktivis1 pada 2 Januari 2021.

BACA  Capai Rp 50 Miliar, Pemerintah Terus Tagih Utang Bambang Trihatmodjo

Tidak lama setelah itu, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial Twitter-nya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia. “Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” isi cuitan Abu Janda.(bp/sat/jawapos/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Bantah Rasis, Abu Janda Sebut Evolusi untuk Menghina Cara Pikir Pigai“. Pada edisi Kamis, 04 Februari 2021.

Komentar