Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bantauan Bambu untuk Kerajinan Tak Sesuai

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 29 Agustus 2017 | 10:47 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Program pemerintah untuk menekan angka pengangguran gencar dilakukan. Salah satunya dengan pemberian bantuan kepada kelompok-kelompok wirausaha kerajinan tangan. Namun ada saja kendala teknis yang dihadapi.

Seperti yang terjadi di Desa Buhu, Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Sebanyak 100 ujung bambu yang diberikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gorontalo kepada kelompok usaha Motolopani sebagai bahan baku kerajinan tangan ini tidak bisa digunakan oleh kelompok usaha.

Pasalnya, bambu tidak sesuai dengan jenis dan kualitas yang nantinya digunakan untuk membuat kerajinan tangan.

Dari pantauan GP, tumpukan bambu yang sudah hampir 3 bulan diserahkan kepada kelompok Motolopani ini hanya dibiarkan begitu saja di halaman belakang rumah warga.

Dari pengakuan Hamsa Paus, salah satu anggota kelompok Motolopani, bambu sama sekali tidak bisa digunakan mengingat jenis bambu tidak seperti bambu yang biasa diperuntukkan sebagai bahan baku kerajinan tangan.

Padahal, mereka sudah memberikan spesifikasi bambu jenis apa yang akan digunakan. “Bulu (bambu) yang dorang kase cuma lombu (bambu biasa),” ungkap Hamsa Paus. Dia berharap agar bambu yang sebelumya diberikan dapat segera diganti agar kelompok bisa melakukan aktivitasnya seperti yang direncanakan.

“Sebagian anggota-anggota kelompok masih menganggur. Baru mo kerja sesuai yang diberikan, tidak bisa juga pak. Saya cuma minta supaya ini bulu (bambu) capat dorang ganti,” tandasnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Disnakertrans melalui Kepala Seksi P3PK, Mohamad Henga, menyampaikan, untuk penyerahan bantuan kepada kelompok-kelompok usaha yang ada di Kabupaten Gorontalo sudah tersalur 100 persen.

Namun mengenai ketidaksesuaian bantuan pihaknya belum menerima laporan. “Penyaluran bantuan itu dilakukan oleh pihak ketiga, namun tetap ada pengawasan dari kami di Disnakertrans, sejauh ini saya juga belum mendapati laporan seperti itu, tapi tetap akan cepat kita respon,” ujar Henga.

Dia menambahkan, hingga saat ini Disnakertrans sudah menyalurkan bantuan kepada kelompok-kelompok usaha di Kabupaten Gorontalo yang berjumlah 47 kelompok wirausaha baru.(tr-56)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar