Rabu, 5 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banyak Keluhan yang Masuk, Komisi ll Sidak Sejumlah Pabrik

Oleh Deice Pomalingo , dalam Legislatif , pada Rabu, 5 Mei 2021 | 18:05 WITA
  Komisi ll saat melakukan kunjungan di sejumlah pabrik di wilayah Limboto Barat dan Pulubala. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai bentuk pengawasan, Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo lakukan sidak di sejumlah pabrik, Selasa (04/05/2021). Ini atas dasar banyaknya keluhan yang masuk dari masyarakat.

“Makanya salah satu tupoksi DPRD adalah pengawasan, sehingga sudah menjadi kewajiban kami melakukan pengawasan dan salah satunya adalah dengan turun lapangan ke sejumlah pabrik,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Ali Polapa.

Sidak diawali pada Royal Coconut yang berada di Desa Ombulo Kecamatan Limboto Barat. Komisi II mengaku sudah beberapa kali menerima aspirasi dari masyarakat terkait pabrik ini.

Lanjut katanya, saat melakukan kunjungan ke Royal Coconut memang Sedikit kecewa, karena para anggota komisi ll saat ingin melihat produksi santan di pabrik tersebut dan pengelolaan limbah di lokasi tersebut ternyata tidak diizinkan. 

“Kami tidak bisa melihat dari dekat, bagaimana pengelolaan limbah di pabrik yang memang banyak dikeluhkan masyarakat tetapi memang tidak bisa kami lihat karena alasan tidak ada pimpinannya, sehingga kami tak bisa masuk,” ungkap Ali Polapa. 

Komisi II akan mendalami lebih khusus dengan melakukan rapat bersama untuk membahas sejumlah laporan yang masuk, Termasuk kondisi limbah yang ada di pabrik tersebut dan produksi santan tanpa izin.

“Saat kami datang memang disampaikan tidak sedang berproduksi, tetapi informasi yang kami dapatkan ternyata sementara produksi itu juga perlu kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Aleg tiga periode ini menambahkan, atas kondisi tersebut, komisi ll akan mengagendakan rapat dengan mengundang PT Royal Coconut kamis mendatang. 

“Kami agendakan untuk melakukan rapat,” tegas Ali Polapa.

Usai itu, Komisi II melanjutkan ke PT Harim, sebagai gudang penampung jagung terbesar di Gorontalo yang beralamatkan di Kecamatan Pulubala. Saat itu, Komisi ll tidak bertemu dengan pimpinan perusahaan karena sedang berada di Gorontalo Utara.

“Alhamdulillah proses pengelolaannya juga bagus serta saran pemerintah kepada perusahaan untuk memberikan THR pun dipenuhi oleh perusahaan tersebut.  Para karyawan di perusahaan tersebut bisa menikmati THR, termasuk para tetangga di sekitar pabrik pun kurang lebih 60 Kepala Keluarga ikut menikmati. 

Ali Polapa juga mengapresiasi perusahan yang punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. 

“Sehingganya ini perlu dicontoh oleh perusahaan lain, agar bukan saja meraih keuntungan perusahaan tetapi juga  menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar dan membawa dampak yang positif dilingkungan masyarakat sekitar perusahaan,” kuncinya. (wie/adv/hargo)

BACA  Hasil Kajian DPRD, Jawaban Bupati Lewat Interpelasi Dinilai Masing Ngambang 

Komentar