Selasa, 26 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Banyak Usulan Perubahan, Sumber Anggaran Tak Ada

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Jumat, 1 Oktober 2021 | 16:05 PM Tag: , , ,
  Rapat pembahasan perubahan anggaran yang dilaksanakan oleh Banggar DPRD Gorontalo Utara bersama TAPD dan OPD terkait, di ruang rapat utama. Kamis (30/09/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gorontalo Utara (Gorut) dibuat pusing tujuh keliling pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD) 2021. Pasalnya untuk kebutuhan anggaran yang diusulkan dalam perubahan cukup banyak, sementara sumber anggaran yang tersedia tidak ada. 

Seperti yang terpantau dalam pembahasan Dinas Kesehatan pada Kamis (30/09/2021), Banggar DPRD Gorontalo Utara hingga harus memberikan kesempatan kepada pihak dinas untuk berkoordinasi kembali dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka melihat kembali rancangan usulan perubahan yang diusulkan.

Wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran sebelum mengetuk palu untuk memberikan kesempatan kepada Sekretaris Dinas Kesehatan, Ahyun Blongkot bersama staf yang hadir dalam pembahasan untuk berkoordinasi lagi dengan Kepala Dinas Kesehatan untuk melihat lagi anggarannya. 

“Karena sudah diobrak abrik ini, namun anggaran yang tersedia hanya Rp 2 miliar,” kata Roni Imran.

Lebih lanjut Roni Imran menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi sumber anggaran lain yang akan diambil anggarannya. 

“Kecuali mengambil gaji anggota DPRD dan gaji bupati untuk menutupi kekurangan anggaran yang dibutuhkan,” tegasnya.

Bahkan dalam pembahasan perubahan anggaran Dinas Kesehatan tersebut Wakil Ketua, Hamzah Sidik sedikit ekstrim bertanya sampai pada akibat dari beberapa program yang jika tidak dilaksanakan apa yang akan terjadi. 

“Dampaknya apa jika program tersebut tidak dilaksanakan. Jika tidak berdampak serius, maka itu dipending saja,” tegas Hamzah Sidik.

Tak hanya itu saja, para anggota Banggar secara bergantian mempertanyakan soal usulan anggaran bahan habis pakai yang telah dianggarkan cukup banyak pada awal refocusing kemarin. Apakah itu sudah habis dipakai semuanya seperti masker yang 10 ribu box. 

“Untuk masker saja DPRD tidak kebagian. Lalu kemana semua itu? Apakah sudah habis,” tanya Hamzah Sidik.

Dan untuk itu terhadap usulan tersebut, Banggar DPRD Gorontalo Utara sepakat untuk Dinas Kesehatan berkonsultasi secara internal. Melihat lagi usulan anggaran yang disampaikan, mana yang masih dapat diubah maka itu dilakukan. (***)

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar