Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Barang Bawaan Katanya Ada Bom, Penumpang Citilink Diringkus

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Kamis, 17 Agustus 2017 | 11:53 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Jalaludin Gorontalo berinisial HY alias Herman (42) harus berurusan dengan polisi karena candaannya terkait adanya bom di pesawat. Akibat ulahnya, yang bersangkutan diboyong ke Mapolres Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan. Peristiwa ini terjadi sekira pukul 10.30 Wita, kemarin, Rabu (15/8).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadian ini bermula saat Herman yang belakangan diketahui merupakan karyawan di salah satu perusahaan swasta di Gorontalo itu melakukan cek in dan akan memasukan barang bagasi lewat Comfayer check in. Seperti biasa, sesuai dengan standard operasional penerbangan, karyawan Counter Check in Citilink bertanya beberapa kali kepada Herman mengenai barang bawaanya itu.

BACA  Tim Resmob Rajawali Ringkus Dua Pelaku Pencurian di Kota Gorontalo

Spontan dengan nada santai Herman menjawab bahwa isi bawaannya ada bom. Tanpa menunggu lama, karyawan Citilink itupun langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak otoritas bandara, dalam hal ini Avsec (Security Bandara) dan pihak kepolisian yang bertugas di bandara Jalaludin Gorontalo. Tak butuh waktu lama, sejumlah petugas Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Polda Gorontalo, Polsek Bandara, dan Security Bandara langsung mencari dan mengamankan Herman untuk diperiksa.

BACA  Diduga Bawa Narkoba, Pria di Kota Gorontalo Diringkus Polisi

Hasilnya, setelah dilakukan pemeriksaan barang bawaannya, tidak terdapat barang yang disebutkannya tadi. Namun, persoalan ini tak lantas tuntas. Herman pun terpaksa harus diboyong ke Kantor Mapolres Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tricahyono saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. “Pelaku memberikan informasi palsu, bergurau atau mengaku-ngaku membawa bom yang dilakukan oleh calon penumpang pesawat maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 311 tujuan Makassar. Pelaku berinisial HY umur 42 tahun, warga Makassar, Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, Herman terpaksa harus dibatalkan keberangkatannya dan menjalani pemeriksaan di Kantor Mapolres Gorontalo. “Pelaku bisa saja terkena UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 344 huruf E dipidana dengan pidana paling lama 1 tahun,” tegasnya.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

Mantan Kapolres Bone Bolango ini juga menekankan kepada warga Gorontalo untuk tidak mengikuti jejak Herman karena pastinya akan berurusan dengan pihak kepolisian. “Banyak warga yang masih menganggap remeh candaan seperti ini, padahal sanksi hukum sudah pasti akan dibebankan kepadanya. Jadi saya menghimbau kepada seluruh warga Gorontalo untuk tidak mengulangi perbuatan pelaku ini,” tandasnya. (tr-45/hg)


Komentar