Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Barang Kedaluwarsa Marak Beredar, BPOM Temukan Puluhan Barang Bukti di Supermarket

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Jumat, 16 Juni 2017 | 00:20 AM Tag: ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Barang-barang yang sudah kedalawarsa marak beredar di Gorontalo. Bahkan kasus itu tidak saja ditemukan di toko-toko kecil, tapi juga tempat shoping sekelas supermarket.

Selain barang kedaluwarsa, masalah lainnya yang cukup marak adalah dagangan yang tidak memiliki izin edar.

Sebelumnya, Polres Gorontalo mengungkapnya dalam razia di toko-toko dan minimarket di sepanjang Telaga-Limboto. Berikutnya, Polres Gorontalo Kota juga menemukan hal yang sama.

Nah, Selasa, (13/6), giliran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo yang menemukan kasus demikian dalam razia di sejumlah supermarket di Kota Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post, Petugas BPOM turun bersama Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dan unsur TNI-Polri menggelar oprasi intensifikasi pengaawasan pangan menjelang dua minggu sebelum hari raya. Target intensifikasi pengawasan di fokuskan pada pangan olahan tanpa izin edar (ITE), Kadaluarsa dan Rusak.

Razia digelar di sepanjang kawasan Jl. HB Yasin. Hingga di salah satu supermarket yang ada di kawasan itu, tim mendapati ada 6 jenis makanan dan minuman yang tidak memiliki izin edar.

Berikutnya beberapa barang yang izin edarnya sudah habis. 6 jenis prodak tersebut ada sekitar 5 Pcs yang tidak memiliki izin edar dan 91 pcs Minuman jenis Teh yang masa berlaku izin edarnya sudah habis. Seluruhnya ada 96 Pcs.

“Barang-barang tersebut sudah kita sita,” kata Kepala BPOM Provinsi Gorontalo Sukriadi Darma saat diwawancarai awak media.

Menurut Sukardi, razia ini digelar sebagai bentuk intensifikasi pengawasan pangan menjelang hari raya Idul Fitri. Karena itu, pihaknya turun untuk memastikan setiap dagangan yang di jual di toko maupun supermarket memenuhi standar dan ketentuan dari BPOM.

“Saat razia kali ini, kita mendapati sejumlah produk tidak memilki izin edar, selain itu juga ada prodak yang izin edarnya sudah habis,” jelasnya.

Sukardi menegaskan, akan mengundang penanggungjawab supermarket yang ditemukan kasus tersebut untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (tr-53)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar