Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Baru Beroperasi, Tiongkok Tutup Jembatan Kaca

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 5 September 2016 | 16:51 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Belum genap dua minggu menjadi jujukan wisatawan, Zhangjiajie Grand Canyon Glass Bridge ditutup. Jumat waktu setempat (2/9), jembatan kaca terpanjang di dunia itu tidak lagi dibuka untuk umum. Pengelola kawasan wisata Zhangjiajie National Forest Park yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO itu menyebut alasan teknis sebagai penyebab penutupan.

’’Saat ini sistem internal jembatan sedang di-upgrade,’’ terang pengelola kawasan wisata alam tersebut kepada Kantor Berita Xinhua.

BACA  Ahli Singapura Temukan Tes Deteksi Mutasi Covid-19

Namun, pengelola tidak memberikan keterangan secara perinci tentang upgrade yang dimaksud. Hanya, sejak mulai buka, jembatan tersebut selalu kebanjiran pengunjung. Dalam keterangan tersebut, mereka juga tidak menyebutkan hingga kapan jembatan unik itu ditutup untuk umum.

Setiap hari terdapat lebih dari 10.000 turis yang menyeberangi jembatan sepanjang 430 meter tersebut. Padahal, seharusnya jumlah maksimal turis hanya sekitar 8.000. Bukan hanya wisatawan domestik, banyak turis asing yang berkunjung ke tempat wisata di Provinsi Hunan, Tiongkok, tersebut. Rata-rata mereka ingin merasakan sensasi berjalan di jembatan transparan tersebut.

BACA  China Minta WHO Selidiki Asal-usul COVID-19 di Negara Lain

Jembatan yang menghubungkan dua bukit di kawasan Zhangjiajie National Forest Park itu memang tidak ada duanya. Menggantung sekitar 300 meter di atas permukaan tanah, jembatan itu menawarkan pemandangan indah di sisi kanan dan kiri. Yakni, jurang dan lembah berkabut serta pilar-pilar batu seperti yang terekam dalam film Avatar. Karena itu, tidak heran jika penutupan jembatan tersebut membuat kesal banyak orang.

BACA  Orang-Orang Ini Diminta Meninggalkan Malaysia Sebelum 21 April

Salah seorang wisatawan bahkan meluapkan kekesalannya di media sosial Weibo. Dia menganggap pihak pengelola telah melakukan penipuan. ’’Kalian menipu turis. Saya sudah berada di dalam kereta menuju Zhangjiajie. Saya tidak bisa membatalkan begitu saja perjalanan yang sudah saya rencanakan cukup lama ini. Dan, saya juga tidak mungkin mendapatkan refund,’’ keluhnya.(AFP/BBC/hep/c4/any/hargo)


Komentar