Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bawa Bantal ke Pangkalan! Ngantri Elpiji Hingga Subuh

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 29 November 2017 | 09:42 AM Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id  – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kg di Gorontalo masih terus berlangsung. Jaminan pemerintah jika distribusi gas melon itu tanpa masalah pun ditagih. Di Desa Huwanga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, warga mengantri gas hingga dini hari.

Sebagian dari mereka bahkan membawa bantal dan tiduran di kompleks pangkalan gas yang ada di desa itu. Pantuan Gorontalo Post di Desa Huwanga, Rabu (29/11) dini hari tadi, masyarakat setia menunggu pasokan gas. Warga setempat mendapat informasi jika gas akan didistribusikan tadi malam.

SUDAH lebih dari sepekan kelangkaan gas terjadi di Kota Gorontalo. Bahkan untuk mendapatkan
gas elpiji 3 kg, warga pun rela antri di pangkalan hingga malam hari. Foto: jalal/gorontalo post

“Katanya jam 12 (pukul 00.00) masuk, tapi sampai sekarang belum ada,”ujar Warni Zulkarnain (41). Ia datang bersama gas melon kosong.

Menurutnya sudah beberapa hari gas di rumahnya kosong. “So cari di kampung lain, tapi juga kosong,”kata Warni. Warga lainya, Taufan Zakaria (46) dan Husain Umar (48) juga membenarkan kelangkaan gas di desa mereka. Menurut warga, pasokan gas di pangkalan yang ada di desa mereka hanya dilakukan sepekan sekali, itu pun jumlahnya sangat kurang yakni hanya 30 tabung.

Padahal jumlah warga yang membutuhkan gas sangat banyak. Sebelum pukul 22.00 wita malam tadi, warga yang mendatangi pangkalan gas dekat kantor Desa Huwanga itu bahkan diperkirakan lebih dari 50 orang. Semuanya datang membawa tabung gas kosong.

“Pokoknya siapa yang cepat ini dapat gas. Makanya torang so batunggu biar sampe subuh,”ujar mereka. Para warga mengaku khawatir jika menunggu di rumah, sebab bakalan tidak kebagian. “Yang lain sudah pulang, tapi mereka minta ditelepon kalau sudah ada. Kami yang menunggu disini,”kata warga. Mereka berharap distribusi gas subsidi ini segera normal kembali.

“Kasian pak, pagi-pagi kami juga mo kerja. Kalau tidak motunggu malam ini (semalam,red) tidak ada mo masak akan pagi,”tambah warga.(hargo/asl)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar