Bawa Sajam, Pengendara Sepeda Motor Diamankan

Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah seorang warga Kota Gorontalo, IA alias Met (24), warga Kelurahan Wongkaditi Barat, Kecamatan Kota Utara, langsung diamankan oleh anggota Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo pada saat operasi di Jalan Dua Susun (JDS) Kota Gorontalo, karena kedapatan membawa senjata tajam berupa pisau yang sudah dimodifikasi seperti senjata api (Senpi).

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, awalnya Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Kota melaksanakan operasi di JDS sekitar pukul 11.00 Wita, pada saat itu melintas sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor Polisi DM 2274 JJ. Anggota pun memberhentikan motor tersebut dan melakukan pemeriksaan. Ketika diperiksa, ternyata dalam bagasi motor terdapat senjata tajam (Sajam) dan juga sejumlah barang-barang mencurigakan lainnya. Anggota Lantas kemudian berkoordinasi dengan Anggota Reskrim, sehingga IA (24) dan AJ (22) langsung digiring ke Polres Gorontalo Kota.

Tim Alap-Alap (Buser,red) kemudian melakukan interogasi kepada keduanya, karena di dalam sadel motor ternyata ada sejumlah tas, STNK motor, dompet dan berbagai identitas milik masyarakat. Setelah melakukan interogasi, akhirnya IA alias Met mengakui telah melakukan pencurian dengan cara membongkar sadel motor.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar,S.Sos,SH menjelaskan, saat ini pihaknya sementara melakukan pemeriksaan terhadap tersangka terkait dengan kepemilikan senjata tajam (Sajam). Tak hanya itu saja, penyidik pula sementara melakukan pemeriksaan terhadap korban atas nama Herman Kokalo,SH yang merupakan korban kasus pencurian dengan modus mengambil barang secara paksa di dalam sadel motor.

“Terkait dengan kepemilikan senjata tajam (Sajam), pelaku kami kenakan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, dimana barang tersebut dikuasai oleh IA alias Met,” ungkapnya.

Pelaku pula kata mantan Pasukan Khusus Perdamaian Sudan ini, dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan mengakui telah melakukan pencurian di sadel motor yang ada seputaran terminal 42 Andalas, Kota Gorontalo, jalan Dewi Sartika Kota Gorontalo dan di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa kartu ID Card dan STNK Motor serta beberapa surat-suratan lainnya di lokasi terminal 42 Andalas, dompet yang didalamnya terdapat SIM dan STNK motor untuk lokasi Dewi Sartika, Kota Gorontalo dan untuk di Desa Luhu, Kecamatan Telaga ada barang bukti berupa tas berisi BPKB motor, STNK serta dompet yang sudah kosong. Untuk kasus dugaan pencurian, pelaku bisa diancam dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini. (kif/hg)

-