Kamis, 19 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bayi Meninggal, Pasutri Asal Ponelo Minta Penjelasan Pihak RS Dunda 

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Minggu, 8 Agustus 2021 | 03:14 Tag: ,
  Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Gara-gara bayinya meninggal dengan penuh lebam dan ada bekas luka, pasangan suami istri (Pasutri) asal Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara (Gorut) minta penjelasan pihak RS Dunda Limboto. 

Ini dialami Dandri Taib dan Fitriyanti Tuli, warga Desa Otiola, Ponelo Kepulauan, Gorontalo Utara pada Kamis (04/08/2021) lalu. Pasangan suami istri tersebut meminta pihak rumah sakit menjelaskan perihal kondisi fisik anak mereka yang mengalami lebam membiru serta ada bekas luka-luka di wajahnya. 

Informasi yang dihimpun Hargo.co.id, berdasarkan pengakuan Fitriyani Tuli, Senin (020/8/2021), dirinya yang tengah hamil sembilan bulan merasa akan segera melahirkan dan melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kwandang. 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, dirinya mendapatkan rujukan ke RS MM Dunda Limboto dengan alasan posisi bayi dalam keadaan sungsang. Mengetahui hal tersebut, dirinya langsung dilarikan keluarga ke RS MM Dunda dan langsung mendapatkan pelayanan dari pihak rumah sakit.

“Tiba di rumah sakit, saya langsung dilakukan pemeriksaan, termasuk dilakukan USG oleh dokter. Penjelasannya posisi bayi saya memungkinkan untuk persalinan normal,” ungkap Fitriyanti Tuli. 

Sejak siang sampai malam harinya, dirinya mendapatkan pelayanan dari perawat yang datang melakukan pemeriksaan. Namun, kata Fitriyanti Tuli, malam harinya sekitar pukul 23.30 Wita, dirinya dinyatakan untuk dilakukan operasi, dan itu langsung dilakukan. Bayinya langsung dibawah ke ruang NICU. 

“Esok harinya (Rabu, 03/08/2021) hanya suami saya yang diperbolehkan melihat anak kami. Itupun hanya dari jarak jauh lewat kaca,” ungkap Fitriyanti Tuli. 

Lanjut katanya, pada, Kamis (04/08/2021), dirinya beserta keluarga merasa kaget karena pihak Rumah Sakit memberitahukan bahwa anaknya sudah meninggal dunia. Dirinya beserta keluarga akhirnya harus mengikhlaskan kepergian anak pertama mereka. 

Sesampainya di rumah, tutur Fitriyanti Tuli, mereka kemudian mempersiapkan prosesi pemakaman. Namun saat akan memandikan mayat anaknya, pihak keluarga dibuat terkejut dengan kondisi fisik bayi tersebut karena ada bekas lebam di tangan serta kaki serta ada bekas luka di wajahnya.

“Saat suami saya akan membawa bayi ke rumah untuk dilakukan proses penguburan, bayi sudah terbungkus. Namun kami kaget karena saat dibuka untuk dimandikan, kondisi bayi sudah dalam kondisi lebam membiru dan ada bekas luka di wajahnya dan itu yang kami pertanyakan,” tuturnya. 

Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD MM. Dunda Limboto, Rila Rita Thaib saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima informasi terkait hal tersebut. Saat ini manajemen rumah sakit sedang melakukan pendalaman. 

“Saya juga baru dapat laporannya, karena saya tidak tahu saat mereka datang. Saya sementara di luar dan sudah bertemu dengan Plt. Direktur RS MM Dunda Limboto,” kata Rila Rita Thaib saat ditemui Hargo.co.id di ruang kerjanya, Jumat (06/08/2021). 

Kepada wartawan, Rila Rita Thaib mengaku saat ini dirinya masih akan melakukan pertemuan dengan manajemen dan juga komite medik. Pihaknya masih akan akan melakukan kajian dan berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini dalam waktu sepekan kedepan.

“Kami masih mengumpulkan datanya secara lengkap, mulai dari kedatangannya, siapa yang melayani awal di UGD, tindakan yang dilakukan sampai dengan pengambilan keputusan operasi dan lainnya. Itu yang akan kita akan kaji bersama dengan komite medik yang membawahi  para dokter, sehingga ini harus dilakukan bedah kasus” ungkapnya. 

Saat ditanyakan terkait sanksi jika memang terdapat indikasi kesalahan tindakan dan pelayanan, Rila Rita Thaib memastikan bahwa sanksi tersebut pasti ada. 

“Jika memang ada indikasi kelalaian penanganan pastinya akan sanksi, karena kalaupun itu karena tenaga medis, ada komite medik dan juga komite perawatannya,” pungkas Rila Rita Thaib. (***) 

 

Penulis : Sucipto Mokodompis
(Visited 189 times, 1 visits today)

Komentar