Selasa, 7 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bebas dari Penjara, Kivlan Zen Bahagia Rayakan Lebaran di Rumah

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 25 Mei 2020 | 12:05 WITA Tag: , ,
  ILUSTRASI: Kivlan Zein merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H bersama keluarga di rumah. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)


Hargo.co.id, JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Mayor Jenderal (Purn) TNI, Kivlan Zen mengaku senang bisa merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah bersama keluarga di rumah setelah massa penahanannya telah habis.

Kivlan Zen mengaku bahagia karena lebaran tahun ini bisa berkumpul dengan keluarga di rumahnya. Hal itu berbeda pada tahun sebelumnya. “Oh saya bahagia sekali, bahagia sekali berada di tengah-tengah keluarga, di tengah-tengah teman-teman, pengacara semuanya. Ya saya sangat-sangat bahagia dan saya sangat bersyukur, dibandingkan dulu kan saya di dalam tahanan,” ucap Kivlan Zen seperti dilansir Jawapos.com, Senin (25/5).

BACA  Gojek Uji Coba Pasang Sekat Pada Sepeda Motor

Namun demikian, perkara kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menimpa dirinya masih terus berlanjut. sKivlan memberikan kepercayaan penuh kepada tim kuasa hukumnya untuk membantah dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Pasti semua terbantahkan apa yang dituduhkan ke saya. Bebas yang sempurna itu nanti pada saat ketuk palu hakim bahwa saya tidak terbukti melakukan hal-hal yang dituduhkan,” katanya.

“Nah bebasnya itu lebih bahagia 100 persen, kalau sekarang saya masih 75 persen bahagia saya, 25 persen lagi itu bahagianya nanti bagaimana pak Tonin menyelesaikan (perkara di pengadilan),” pungkas Kivlan.

BACA  Parpol Koalisi-Nonkoalisi Desak Buktikan Ancaman Reshuffle

Sementara itu, Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta mengatakan, Kivlan Zen telah berada di rumah sejak Desember 2019. Pada saat itu, ia menjadi tananan rumah. Akan tetapi, pada 2 Mei 2020 kemarin kata Tonin, kivlan sudah tidak lagi menjadi tananan rumah lantaran masa penahanannya telah habis.

“Jadi dia pokoknya tangal 29 Mei/30 Mei (2019) ditahan, tanggal 2 Mei (2020) sudah habis,” ucap Tonin Tachta, Minggu (24/5).

“Nah itu berapa? Setahun kurang kan. Jadi setahun aja, tapi di dalam itu kan ada dia dibantarkan sekitar September-Desember, jadi 3 bulan (penahanan di bantarkan), jadi sekitar 8 bulan (sudah ditahan),” jelasnya.

BACA  Ini Dia Info Penting dari BKN soal Rekrutmen PNS dan PPPK

Penahanan itu diketahui saat mulai proses hukum di Kepolisian, di Kejaksaan hingga di Pengadilan yang kini masih berjalan. “Sehak Desember penjaranya kan di rumah gitu, gak boleh keluar rumah kan gitu sampai 2 Mei. Nah habis itu sudah habis waktunya gak usah ditahan lagi, nah sekarang mau kemana saja sudah boleh. Cuma sekarang masih terdakwa,”pungkasnya.(bp/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Senin, 25 Mei 2020.

Komentar