Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bebas dari Tahanan KPK, Rommy Ingin Ibadah Ramadan Bersama Keluarga

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 1 Mei 2020 | 12:05 WITA Tag: , ,
  Mantan Ketum PPP Romahurmuziy ingin menjalankan ibadah Ramadan bersama keluarga (Dery Ridwansah/JawaPos.com/hg)


Hargo.co.id, JAKARTA – Tim kuasa hukum Romahurmuziy alias Rommy, Maqdir Ismail, mengapresiasi putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memotong hukumannya menjadi 1 tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Menurutnya, kliennya mulai malam ini bisa berkumpul dengan keluarga melaksanakan ibadah Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

“Kami ingin menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah mendengarkan doa Pak Rommy dan keluarga besarnya. Warga Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di seluruh Indonesia dan kami para penasihat hukum, bahwa telah diberikan putusan yang terbaik untuk saat ini,” kata Maqdir dalam keterangannya, Rabu (29/4). Seperti yang dilansir oleh Jawapos.com

Maqdir mengklaim, dakwaan KPK terhadap Rommy tidak terbukti. Namun, hingga kini tim kuasa hukum belum berencana untuk mengajukan kasasi ke MA terkait putusan banding PT DKI.

BACA  Lion Air Group Kembali Rekrut Ribuan Karyawan yang Kena PHK

“Yang terpenting adalah, klien kami dapat berkumpul bersama keluarga dan menunaikan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk,” ucap Maqdir.

Selain itu, Maqdir pun mengapresiasi MA yang tidak melakukan penahanan terhadap kliennya meski KPK mengajukan upaya hukum kasasi. Dia menyebut, MA sangat menghormati hukum dan percaya akan kebenaran putusan Pengadilan Tinggi.

“Memang tugas dari aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum, tapi hukum tidak akan bisa tegak ketika hukum ditegakkan karena ada kepentingan lain,” kilah Maqdir.

Oleh karena itu, Maqdir selaku tim penasihat hukum Rommy mengajak semua pihak untuk mempercayai proses hukum yang telah berjalan baik dan benar. Sebab dengan proses hukum yang baik dan benar itulah hukum akan tegak dan keadilan akan didapatkan.

“Kami ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan serta doa ketika menghadapi perkara yang maha berat ini,” cetus Maqdir.

BACA  Ini Dia Info Penting dari BKN soal Rekrutmen PNS dan PPPK

Sebelumnya, KPK menyatakan akan membebaskan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy. Hal ini setelah KPK mendapat surat perintah dari Mahkamah Agung (MA) untuk melepaskan Rommy dari rumah tahanan.

“Karena telah ada penetapan perintah lepas tahanan dari MA, maka KPk segera menindak lanjutinya,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dikonfirmasi, Rabu (29/4).

Nawawi menyampaikan, lembaga antirasuah mendapat laporan tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Malam ini direncanakan Rommy keluar dari rumah tahanan KPK. “Proses pelaksanaan penetapan tersebut yaitu mengeluarkan terdakwa dari tahanan,” tukas Nawawi.

Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta mengabulkan permohonan banding mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy terkait kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag). Rommy oleh PT DKI dijatuhi hukuman satu tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

BACA  Sempat Terlontar Kata Reshuffle, Jokowi Marah-marah di Depan Para Menteri

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muchammad Romahurmuziy oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” demikian bunyi amar putusan PT DKI Jakarta, sebagaimana dikutip pada Kamis (23/4).

Alhasil, hukuman Rommy berkurang dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang menjatuhkan hukuman dua tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.(jawapos/hg)

 

 

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Rabu, 29 April 2020.

Komentar