Rabu, 30 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bebas Tiga Hari, Habib Bahar Ditahan Lagi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 19 Mei 2020 | 21:05 WITA Tag: ,
  Habib Bahar bin Smith. Foto: ANTARA/Dok Bagus Ahmad Rizaldi


Hargo.co.id, BOGOR – Pihak Kementerian Hukum dan HAM kembali menjemput terpidana kasus penganiayaan remaja, Habib Bahar Smith.

Seperti dilansir jpnn.com, Habib Bahar dijemput petugas pemasyarakatan dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, mulai Selasa (19/5) dini hari.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris mengatakan, Bahar dijemput karena program asimilasinya dicabut.

BACA  Belum Dapat Kuota Gratis, Mahasiswa Bisa Langsung Lapor ke Rektor

“Yang bersangkutan dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur. Saat diamankan, dia dijemput petugas bapas dan kalapas didampingi petugas kepolisian Bogor,” kata Aris seperti dikutip dari Antara.

Aris mengatakan, Bahar kembali ditahan karena dinilai melanggar ketentuan program asimilasi.

Sebelumnya, Bahar memang bisa menghirup udara bebas sejak Sabtu (16/5), berkat program asimilasi dari Kemenkumham.

BACA  Anak Dibunuh Orang Tua karena Susah Belajar Online, KPAI Berduka

Aris menyebut Bahar telah melanggar ketentuan asimilasi.

“Program asimilasinya dicabut karena melanggar ketentuan asimilasi,” kata Aris.

Sebelumnya, Bahar sempat diperingatkan oleh petugas pemasyarakatan karena langsung kembali berdakwah yang memicu keramaian di pondok pesantrennya, setelah bebas melalui program asimilasi.

Aris pada saat itu mengatakan kegiatan dakwah itu dinilai mengundang massa. Kegiatan itu menjadi pelanggaran dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

BACA  Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Pergi ke Dua Kota Ini

“Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas (pemasyarakatan) untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan COVID-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa,” kata Aris, Senin (18/5).(antara/jpnn)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul yang sama. Pada edisi Selasa, 19 Mei 2020.

Komentar