Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Beda Pendapat Peritel dan Produsen Soal Harga Beras Premium

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Rabu, 26 Juli 2017 | 04:00 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Pengusaha ritel membantah jika menentukan harga sendiri dalam penjualan beras jenis premium. Hal itu lantaran harga beras premium mencapai Rp 20 ribu/Kg.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy Mandey menjelaskan, pihaknya menjual harga beras premium menyesuaikan dengan harga dari distributor.

“Ritel seperti kita ini kan mengambil beras dari distributor. Jadi harga kami dari distributor, bukan peritel. Peritel tidak pernah tahu harga gabah, tidak tahu harga ongkos angkut, tidak tahu juga harga penggilingan, cuman tahu harga dari distributor menjual ke kami lalu kami menjual ke konsumen,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/7).

Pernyataan Roy jelas berbanding terbalik dengan pernyataan dari juru bicara PT Indo Beras Unggul (IBU) Jo Tjong Seng. Jo menilai, harga mahal yang terjual di outlet merupakan keputusan dari toko retail itu sendiri.

Menurut dia, perseroan telah memperhatikan harga jual sesuai dengan mekanisme pasar. Dengan demikian, PT IBU menolak produk yang mereka pasarkan telah dicurangi harganya.

“Kami memperhatikan mekanisme pasar seperti pembelian gabah, penjualan beras pun kami mengikuti mekanisme pasar. Dalam penjualan itu pasti ada harga dalam kompetisi pasar,” jelas dia.

“(Jadi) perlu ada pemahaman yang di beli konsumen dengan harga Rp 13 ribu dan Rp 20 ribu itu di toko atau outlet dimana mereka membelinya. Sementara bisnis kami B to B (Bussines to Bussines), jadi keputusan harga bukan di kami melainkan di konsumen tempat mereka membeli di outlet maupun ritel,” pungkasnya.

(cr4/JPC/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar