Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Cara Mahasiswa UNG Bangkitkan Usaha Kuliner Lokal 

Oleh Admin Hargo , dalam Edukasi , pada Senin, 1 November 2021 | 16:05 PM Tag: ,
  Mahasiswa Program Wiradesa HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia memberdayakan masyarakat dalam pelatihan pengemasan dan pemasaran produk kearifan lokal berbasis technopreneurship di Desa Ombulo dan Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Ahad (31/10/2021) (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) khususnya yang lolos dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Yakni, mereka menggelar kegiatan yang bertemakan Pengelolaan Usaha Kuliner Berbasis Kearifan Lokal dan Pelatihan Manajemen Usaha Pemasaran berbasis Technopreneurship. 

Informasi yang berhasil dihimpun, produk yang dibuat oleh mahasiswa sendiri serta dibantu oleh masyarakat itu terdiri dari dodol, nasi bulu dan sate khas kampung kuliner. Technopreneur bisa diartikan bisnis berbasis teknologi. Technopreneur berbicara tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi sedang berkembang pesat menjadi sebuah peluang bisnis.

Pelatihan tersebut diperuntukkan untuk kelompok UMKM atau masyarakat yang memiliki usaha kuliner lokal. Melalui pelatihan tersebut masyarakat dilatih untuk mengemas produk dengan bahan-bahan yang lebih modern dan kemasannya diberi brand atau nama produk, Brand produk tersebut diberi nama, Domini Om Yoso dan Nasi Jaha’.

  Salah Satu Brand Kuliner Lokal yang dikemas dengan kemasan modern dan diberi nama produk yakni Dodol Mini (Domini Om Yoso dan Nasi Jaha) (foto istimewa)

Salah Satu Brand Kuliner Lokal yang dikemas dengan kemasan modern dan diberi nama produk yakni Dodol Mini (Domini Om Yoso dan Nasi Jaha) (foto istimewa)

Tak hanya itu dalam pelatihan tersebut juga masyarakat diajarkan cara memasarkan produk tersebut melalui media sosial seperti Web khusus wisata kuliner yang dibuat oleh mahasiswa, Instagram, Facebook dan WhatsApp. Penggunaan media sosial sebagai wadah untuk memasarkan bisnis kuliner yang mulai jarang ditemukan. Tak hanya dapat membantu memangkas biaya seperti menyewa tempat, media sosial terbukti dapat membantu strategi pemasaran produk makanan  secara lebih efektif dan luas.

Salah satu pengusaha kuliner, Lina Hasan menyampaikan harapan bahwa kegiatan pelatihan yang digelar oleh mahasiswa tersebut bisa meningkatkan pendapatan dari pengusaha kuliner dan juga memberikan wawasan mengenai pengemasan produk yang lebih baik. 

“Dapat meningkatkan ekonomi kami para pengusaha kuliner dan dengan ada nya pelatihan ini kami lebih bisa mendapatkan wawasan mengenai pengemasan yang baik dan modern,” ujar Lina.

Sementara itu Dosen Pembimbing Lapangan, Jafar Lantowa mengatakan bahwa semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kreativitas pengusaha kuliner dalam menghasilkan produk-produk kearifan lokal desa.

“Harapannya pengusaha kuliner kearifan lokal bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk tersebut. Insya Allah secepatnya akan dibentuk kelompok-kelompok yang akan mengelola kampung wisata kuliner serta bisa meningkatkan hasil produk kuliner kearifan lokal desa,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 92 times, 1 visits today)

Komentar