Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Dampak dan Tantangan Belajar Daring Saat Pandemi Covid-19

Oleh Berita Hargo , dalam Edukasi , pada Rabu, 24 Maret 2021 | 23:30 WITA Tag: , ,
  Aktivitas pembelajaran daring oleh salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO –  Pemerintah secara berjenjang kebawah telah menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh atau daring di Sekolah dan Perguruan Tinggi, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Secara langsung hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Tenaga Pendidik, Siswa, hingga Mahasiswa.

Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh salah seorang dosen pengajar yang mengaku ini merupakan hal baru dan membutuhkan peran aktif serta koordinasi yang baik, guna mengefektifkan program pembelajaran jarak jauh tersebut.

“Guru atau dosen pengajar dituntut harus menguasai berbagai hal mulai dari teknologi, perencanaan media pembelajaran, aktif berkoordinasi dengan orang tua siswa, bahkan guru harus semakin proaktif dan selektif jika saat pembelajaran daring mengalami kendala,”ungkap Dosen UNG, Herson Kadir kepada Hargo.co.id, Rabu (24/03/2021).

BACA  UNG Terapkan WFH Selama Pandemi Covid-19

Herson juga menambahkan peran orang tua termasuk hal yang paling penting terutama dalam mengawasi dan mendampingi anaknya selama melaksanakan daring.

“Orang  tua terkadang lengah mengawasi anak-anak karena setiap anak belajar menggunakan HP, tetapi tidak bisa dipastikan apakah anak tersebut sudah ikut kelas online, atau malah bermain game online,”tambah Herson Kadir.

BACA  Calon Peserta UTBK Dibekali Lewat Bimbel SBMPTN

Disisi lain menurut Mahasiswa, sejak diterapkannya pembelajaran jarak jauh dari awal Maret 2020, merupakan sesuatu hal yang belum terbiasa, sehingga tidak sedikit Mahasiswa yang juga ikut merasakan hambatannya, mulai dari keterbatasan kuota, jangkauan jaringan, hingga penyampaian materi yang kurang jelas.

“Tantangan terbesar yang saya alami saat pembelajaran daring yaitu masalah jaringan yang kurang bagus, sehingga membuat materi yang disampaikan oleh dosen kurang dimengerti,” tutur Ain, salah seorang mahasiswa  Ilmu Komunikasi UNG.

BACA  Fakta di Balik Wisuda Drive Thru, Ada Merogoh Kocek Hingga Rp 500 Ribu

Hal serupa juga turut dirasakan pihak lainnya yang mengaku dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini, bukan hanya siswa atau mahasiswa saja yang perlu menguasai teknologi, melainkan juga para guru atau dosen.

“Memang tidak mudah menghadapi tantangan pembelajaran saat ini, tetapi kita harus mampu memanfaatkan segara fasilitas yang ada, sehingga kita dapat menyiasati tantangan yang dihadapi dan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” tutupnya. (hilmi/ung/hargo).


Komentar