Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Kronologinya Abang Bentor yang Tewas di Lindas Truk

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 16 November 2017 | 08:44 Tag: , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Niat Ahmad Umar untuk menjemput kerabatnya di BRI Cabang Gorontalo tak kesampaian. Warga Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo itu justru meregang nyawa di tengah perjalanan. Tepatnya di sumur bor Ipilo, Jl. Sultan Botutihe, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Rabu (15/11) pukul 11.30 wita. Pria berusia 45 tahun tersebut tewas dilindas mobil tangki aspal saat sedang mencuci tangan di sumur bor Ipilo.

Sebelum kejadian, Ahmad Umar bersama putrinya Siti Nurain Umar (4) mengantar kerabatnya Yanti Umar (40) ke BRI Cabang Gorontalo. Ahmad mengantar Yanti menggunakan bentor DM 6107 BQ. Beberapa saat setelah mengantar Yanti, Ahmad bersama Nurain lantas bergerak menuju ke Jl. 23 Januari, Ipilo. Tiba di perempatan Jl. 23 Januari-Jl. Tribrata, Ahmad yang mengenakan kaos putih dan celana jeans biru itu belok kiri. Ia menuju ke arah sumur bor.

Saat melintas di pertigaan sumur bor Ipilo, Ahmad lantas memarkir bentornya di pinggir jalan dekat lokasi sumur bor. Tepatnya di depan kantor Firdaus Tour dan Travel, Jl. Sultan Botutihe, Kecamatan Ipilo, Kota Gorontalo.

Ahmad turun dari bentor. Sedangkan putrinya Nurain tetap tinggal di atas bentor. Selanjutnya Ahmad berjalan menuju ke sumur bor untuk mencuci tangan dan kaki.

Di saat Ahmad sedang mencuci tangan di sumur bor, dari arah Jl. Tribrata datang sebuah mobil tangki aspal DM 8103 F. Mobil tangki aspal dikemudikan HN alias Haris (28) warga Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Rencananya mobil tangki aspal itu akan menuju ke arah Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo. Sehingga tiba di pertigaan sumur bor Ipilo, Haris memutar setir ke kiri menuju ke Jl. Sultan Botutihe.

Ditengarai, pada saat Haris berbelok bagian belakang mobil tangki menyerempet Ahmad yang sedang mencuci tangan. Akibatnya Ahmad terjatuh ke bahu jalan.

“Orang-orang sempat berteriak untuk berhenti, tapi mobil tangki masih berjalan. Akhirnya itu om terlindas ban belakang mobil tangki,” ungkap beberapa warga yang ditemui Gorontalo Post di lokasi kejadian.

Seketika itu Ahmad langsung terkapar dengan luka serius di bagian kepala. Nyawa Ahmad tak lagi tertolong. Sementara Haris setelah mendengar teriakan warga baru menghentikan kendaraannya setelah berada di depan kantor Firdaus Tour dan Travel.

Tak lama berselang, petugas lantas Polres Gorontalo Kota tiba di lokasi. Selain mengevakuasi korban, mobil tangki aspal bersama Haris diamankan di Satlantas Polres Gorontalo Kota.

“Dari keterangan pengemudi truk, dirinya sama sekali tidak tahu kalau menabrak orang. Meski demikian, hal ini masih akan diproses oleh anggota kami. Pihak keluarga pula menolak untuk melakukan otopsi terhadap korban dan jenazah korban sudah dibawa untuk dikebumikan,” ungkap Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya,SIK melalui Kasat Lantas AKP Ronny Barli Ibrahim,SIK.

Sementara itu, keluarga korban Yanti Umar (40) ketika diwawancarai mengaku, sebelum kejadian dirinya meminta korban untuk mengantarnya ke bank. Namun, belum berapa saat berada di bank, dirinya mendapatkan kabar bahwa korban mengalami kecelakaan. Ia pun langsung menuju ke lokasi.

“Biasanya, Ahmad Umar nongkrong di pangkalan yang ada di depan bank. Namun kali ini saya tidak tahu, sampai terjadinya tabrakan. Saya hanya mendapatkan informasi dari masyarakat lain,” pungkasnya. (kif/hg)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar