Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Kronologis Tenggelamnya Anggota Satpol PP di Dalam Sumur

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 19 Agustus 2016 | 20:28 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Nasib naas dialami Khairul Rahman Warga Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Pria yang kesehariaannya bekerja sebagai anggota Satpol PP di kabupaten Bone Bolango itu tewas tenggelam di dalam sumur, Kamis (18/8) ba’da Magrib.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup hargo.co.id), kematian pria berusia 31 tahun itu baru diketahui saat Saleha Modjo (tante korban) hendak bersiap salat magrib, sekitar pukul 17.00 wita.

Perempuan berusia 66 tahun itu lantas menuju ke sumur belakang rumah. Jaraknya sekitar 10 meter dari rumah.

BACA  Dua Petahana Dapat Nomor Urut 2, Pertanda Dua Periode?

Saat mengambil air dari sumur sedalam 3 meter itu, Saleha langsung dibuat terkejut. Ia mendapati di dalam sumur sesosok tubuh yang tengah mengapung. Posisinya, kepala di bagian bawah sementara kaki di atas.

Dengan perasaan kaget bercampur panik, Saleha lantas meminta pertolongan tetangganya.  Jhon, salah seorang tetanga Saleha, begitu mengetahi ada orang yang tenggelam dalam sumur langsung menuju ke lokasi.

Pengemudi bentor itu langsung kaget bukan kepalang.  Ternyata mayat dalam sumur itu adalah Khairul Rahman. Seketika itu warga lainnya langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian.

BACA  Tiga Anggota DPRD Pohuwato Resmi Diberhentikan

Kepada Gorontalo Post, Saleha mengaku tak tahu persis nasib nahas yang menimpa keponakannya itu.

“Setahu saya ia berada di dalam kamar,” ungkap Saleha.

Menurut Saleha, dirinya dibuat kaget saat melihat korban berada di dalam sumur.Saat Di wawancarai Saleha Hadjo mengaku, dirinya tak mengetahui peristiwa tersebut, sebelumnya korban di ketaui berada dalam kamarnya.

Namun tiba-tiba korban sudah berada di dalam sumur.

“Pokonya saya pe badan so totofore tidak tau lagi apa yang mo bekeng (badan saya sudah gemetaran, tak tahu lagi harus berbuat apa),” ungkap Saleha.

BACA  Bawaslu Restui Gugatan Penetapan Petahana, Nelson : Ada yang Aneh

Sementara itu, informasi lain yang diperoleh, dalam keseharian korban merupakan sosok pendiam. Bahkan di lingkungan kerja, Khairul juga dikenal sebagai pegawai yang tak banyak bicara

Sebelumnya, Khairul sering mengalami penyakit epilepsi (ayan). Diduga saat berada di tepi sumur anggota Satpol PP Kabupaten Bone Bolango itu mengalami epilepsi.

Sehingga ia jatuh dan kemudian tak bisa berenang. Apalagi diameter sumur sedalam 3 meter itu terbilang sangat sempit. Yakni hanya sekitar 1,5 meter. (tr-48/ndi/hargo)


Komentar