Sabtu, 15 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Penampakan Donald Trump dari Afghanistan

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 19 Maret 2018 | 14:31 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id –  Sayed Assadullah Pooya bersikeras memberi nama anak ketiganya Donald Trump. Risikonya, dia benar-benar diasingkan dari lingkungan bahkan keluarga sendiri. “Banyak orang yang menuduh kami kafir, karena memberi nama dia Donald Trump,’’ ujarnya seperti dilansir The Hindu, Minggu, (18/3).

Orangtua balita berusia dua tahun itu menamainya seperti Presiden Amerika Serikat (AS) dengan harapan bisa mereplikasi kesuksesannya. Tapi sekarang dia berada di tengah badai media sosial di Afghanistan.

Pooya mengatakan, media sosialnya dan istrinya dibanjiri komentar vulgar dan menghina. Menyerang pilihan mereka dalam memberi nama untuk anak ketiganya. Bahkan ada pengguna Facebook yang mengancam untuk membunuh Pooya karena memberi anaknya dengan nama kafir. Sementara yang lain menuduhnya membahayakan nyawa anak laki-lakinya karena berpotensi dibully.

BACA  Rakyat Malaysia Turut Berkabung Atas Musibah KRI Nanggala-402

“Saya tidak tahu pada awalnya bahwa orang Afghanistan akan sangat sensitif terhadap sebuah nama,” kata Pooya seperti dilansir AFP. Seseorang, terang Pooya, memasang gambar secara online, memicu kontroversi yang memaksanya menutup akun Facebook-nya. Bahkan tetangganya di daerah Syiah di Kabul mengancam keluarganya dan menyuruhnya pergi.

BACA  Tanpa Sadar, Anggota Parlemen Kanada Telanjang Saat Sidang Daring

“Ketika saya keluar rumah, saya merasa terintimidasi,” katanya. Donald Trump Afghanistan ini lahir di provinsi pusat Daikundi, beberapa bulan sebelum pemilihan Presiden AS 2016, di pertanian tempat orangtua dan kakek Pooya menanam kacang almond, gandum, dan jagung.

Ia terinspirasi untuk memanggil anaknya Donald Trump setelah membaca buku biografi Donald Trump versi bahasa Persia dari buku-buku pengusaha, termasuk ‘Bagaimana Menjadi Kaya’, yang dipinjamnya dari perpustakaan setempat.

“Saya banyak melakukan penelitian tentang dia dan itu memotivasi saya untuk memilih namanya untuk anak saya,” jelasnya. Pooya membuat marah saat orangtuanya karena memberi nama anaknya Donald Trump. Pooya dan keluarganya berakhir terasing dari keluarga mereka.

BACA  Pembantai Jemaah Masjid di Selandia Baru Akhirnya Ikhlas Disebut Teroris

Ia, istri, dan ketiga anaknya sekarang hidup dalam kamar sederhana yang menghadap halaman kecil dan kamar mandi luar. Ia khawatir tentang keamanan keluarganya, terutama Donald Trump.

“Saya khawatir ia akan dilecehkan atau dipukuli oleh teman-teman sekelasnya saat besar. Tapi saya tidak akan mempertimbangkan kembali namanya. Saya tak peduli dengan apa kata orang lain,” ujarnya.

(ina/iml/trz/JPC)


Komentar