Jumat, 18 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Rekonstruksi Pembunuhan Leato

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Metropolis , pada Minggu, 18 Desember 2016 | 18:41 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Polres Gorontalo Kota akhirnya melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan abang bentor Simon Makale (30) yang terjadi di Leato, awal pekan lalu.

Sebanyak 17 adegan yang diperagakan terungkap bahwa tersangka DM alias Dedi menghabisi nyawa Simon hanya karena tersinggung ditegur korban.

Rekonstruksi yang digelar di halaman Mapolres Gorontalo Kota itu dipadati warga, termasuk keluarga korban.

Saat akan dimulai rekonstruksi, terjadi kehebohan saat tersangka DM dihujat dengan sebutan pembunuh. Meski begitu, keadaan masih bisa dikendalikan dan polisi tetap melanjutkan proses rekonstruksi.

BACA  Gubernur Gorontalo Terus Ingatkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Tersangka DM kemudian langsung memperagakan satu persatu kejadian sebelum peristiwa berdarah tersebut. Terungkap, awalnya Simon bersama empat rekannya berpesta minuman keras di sebuah gang dekat tempat tinggalnya.

Saat lewat tengah malam, Simon yang ingin pulang ke rumah tantenya mendengar suara bising sepeda motor melintas dari arah Kota Gorontalo menuju arah Botutonuo.

Saat sepeda motor tadi melintas tepat di depannya, Simon pun menegurnya dengan suara yang agak keras.

BACA  Raih WTP Sembilan Kali, Pemprov Gorontalo Dapat Apresiasi dari Roem Kono

Hal itu kemudian membuat DM alias Dedi yang berboncengan dengan kedua rekannya, ARH (16) dan ARS (16) berbalik arah menuju Simon. Terungkap, tersangka rupanya tersinggung dengan teguran Simon.Tanpa basa basi, Simon pun diserang dengan senjata tajam.

Terungkap, DM membacok dua kali di bagian kepala, kemudian menusuknya di bagian perut Simon. DM dan dua rekannya kemudian melarikan diri. Setelah merampungkan seluruh adegan, DM alias Dedi dengan wajah menyesal pun kembali digiring ke sel tahanan.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander mengatkan, konstruksi ini sengaja digelar di depan umum agar tidak ada saling curiga dan terang benderang.

BACA  Pertama di Gorontalo, Organisasi ASKI Siap Kembangkan Kopi Lokal

“Kami akan terus terbuka dalam kasus-kasus seperti ini. Tidak ada yang perlu disembunyikan,” ujar Tumpal.

Setelah menggelar rekonstruksi, Kasat Reskrim berjanji akan segera merampungkan berkas perkara pembunuhan ini dan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Tersangka pun dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan maksimal hhukuman 15 tahun penjara.(TR-49/hargo)


Komentar