Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Beginilah Detik-detik Tenggelamnya Pompong Versi Korban Selamat

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara News , pada Senin, 22 Agustus 2016 | 14:18 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id TANJUNGPINANG – Korban selamat kapal pompong yang tenggelam saat menyeberang dari Tanjungpinang-Penyengat, Minggu pagi (21/8) hanya dua orang.

Keduanya adalah Resty Rindasari warga Kota Batam dan Said Umarullah, tekong warga Penyengat.

Seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group), hari ini (22/8), dalam kondisi trauma, Resty, 26, berusaha menceritakan peristiwa detik-detik pompong tenggelam yang menelan 10 korban tewas dan lima hilang itu.

BACA  KPK Minta MA Jelaskan Maksud Pemotongan Hukuman Koruptor

Berikut inti keterangan Resty kepada Basarnas:

1. Pompong berangkat pukul 08.30 WIB. Resty berada di Pelabuhan Penyengat untuk membeli tiket Kapal Pompong Menuju Pulau peyengat dengan kondisi Awan sudah mulai mendung.

2. Restyi menanyakan kepada Penjual tiket apakah perjalanan ke Penyengat aman atau tidak soalnya mendung.

3. Penjual tiket menjamin perjalanan ke penyengat aman walapun dalam keadaan mendung.

BACA  Terkait UU Cipta Kerja, DPR: Naskah Final Setebal 1.035 Halaman

4. Pukul 09.00 WIB di depan pelabuhan SBP Antara Tanjungpinang dan Penyengat, tiba-tiba angin kencang disertai hujan lebat dan ombak kuat.5. Kemudian air laut mulai memasuki pompong dan para penumpang panik karena pompong semakin turun.
Pompong pun terbalik.

6. Resty lalu melompat dan mencoba berenang meraih kapal yang terbalik sebagai tempat tumpuan agar tidak tenggelam.

7. Resty selamat bersama tekongnya, sementara 10 lainnya tewas dan lima masih hilang.

BACA  Masih Ribut soal Pemutaran Film G30S/PKI? Ingat, Ada Persoalan Lebih Penting

Sementara itu, informasi dari masyarakat sekitar, pompong tidak layak laut mengingat kondisi cuaca buruk (angin barat) dan sebagian besar penumpang tidak pandai berenang sehingga banyak menimbulkan korban.

Pada saat terjadi Laka Laut sudah diketahui oleh banyak orang namun karena kondisi cuaca yang sangat buruk sehingga tidak ada yang berani untuk menolong karena berisiko. (nur/ray/jpnn/hargo)


Komentar