Kamis, 13 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bejat! Bulan Ramadan, Empat Abang Bentor Perkosa Siswi SMP

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 17 Juni 2016 | 10:50 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id BONBOL – Sungguh memprihatinkan. Kesakralan bulan suci Ramadan harus dinodai oleh perilaku bejat empat pemuda, yang terjadi di Jl Irigasi, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Tepatnya di samping ATM BRI Unit Tapa. Di tempat itu keempat pemuda yang diketahui sehari-harinya bekerja sebagai abang bentor tersebut diduga memperkosa seorang siswi SMP, Mawar (samaran,red, 15), Kamis (16/6) dini hari sekitar pukul 03.30 wita.

Hingga berita ini dilansir tadi malam pukul 22.00 wita, keempat pemuda itu masih dalam penyelidikan Kepolisian. Salah satu dari keempat pemuda itu diketahui bernama Andi. Hanya saja, belum diketahui alamat jelas, pemuda yang ditaksir berusia sekitar 20-an tersebut. Begitu pula identitas ketiga pemuda lainnya juga belum diketahui.

BACA  Kali Ini, Pasar Murah Digelar di Kecamatan Mananggu

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kasus pemerkosaan yang menimpa Mawar bermula ketika dirinya hendak mengunjungi bibinya di Desa Tupa, Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango. Dari rumahnya di Desa Owata, Kecamatan Bulango Selatan, perempuan berwajah oriental itu mengendarai sepeda motor seorang diri. Saat itu situasi jalan cukup sepi.

Di tengah perjalanan, tepatnya di depan ATM BRI unit Tapa, perempuan berkulit sawo matang itu berhenti sejenak. Namun tanpa disadarinya, dari belakang datang tiga buah bentor (becak motor). Salah satu bentor ditumpangi Andi dan rekannya. Tanpa banyak bicara Andi lantas menarik tangan Mawar dan membawa ke lokasi di samping ATM BRI unit Tapa.

BACA  Kawasan Center Point Jadi Primadona untuk Ngabuburit di Gorontalo 

Gadis bertubuh kurus itu berusaha melawan. Namun upaya itu malah membuat ketiga teman Andi langsung menyekap tubuh Mawar. Mereka memegang tangan, kaki serta menutup mulut Mawar. Mawar yang sudah dalam kondisi tak berdaya membuat Andi leluasa beraksi. Ironinya, setelah kejadian tersebut, Mawar ditinggalkan begitu saja.

Dengan tenaga yang tersisa, Mawar lantas pulang dan mengadu ke orang tuanya. Usai menerima laporan Mawar, ibu Mawar memilih mengadu ke Polres Bonbol.”Anak saya mengaku sempat melawan, tapi tidak mampu karena dia sendiri dan badanya kurus,” ungkap ibu Mawar saat mengadu ke Polres Bonbol.Karena itu ia berharap Polisi dapat memproses hukum pelaku pemerkosaan.

BACA  Terkait Penutupan Perbatasan, Masyarakat Komuter Jadi Perhatian

“Kami berharap polisi dapat memproses hukum pelaku yang telah menodai anak kandung saya,” harapnya. KSPKT Polres Bonbol Ipda Surat Waluya menyampaikan, laporan tersebut telah diterima dan sudah diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bonbol. “Kasusnya sementara ditangani unit PPA,” katanya.(tr-42/rt/hargo)


Komentar