Senin, 14 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Belajar dari Rumah di TVRI Diapresiasi Prof Zainuddin Maliki

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Edukasi Senayan , pada Minggu, 12 April 2020 | 18:05 WITA Tag: , ,
  Prof Zainuddin Maliki. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, JAKARTA – Langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Program Belajar dari Rumah di TVRI, diapresiasi oleh Anggota Komisi X DPR RI Profesor Zainuddin Maliki.

Sebagaimana dilansir oleh jpnn.com, Kebijakan ini ditempuh Mendikbud Nadiem Makarim untuk menjangkau peserta didik yang berada di daerah tanpa jaringan internet. Baik program pembelajaran SD, SMP dan SMA.

Walaupun langkah ini belum sepenuhnya bisa dijadikan solusi karena belajar melalui televisi kemungkinan masih lebih banyak bersifat satu arah.

“Kendati demikian, kita harus mengapresiasi kerja keras mendikbud dalam upaya menjamin semua siswa didik, termasuk yang berada di daerah tanpa jaringan internet, untuk bisa belajar,” kata Prof Zainuddin dalam keterangannya, Minggu (12/4).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini memandang, program belajar daring di daerah yang kaya jaringan internet saja belum bisa menjamin pembelajaran berlangsung efektif. Tentu bisa dibayangkan bagaimana efektivitas pembelajaran lewat televisi.

BACA  Hari Konstitusi Menjadi Momentum Evaluasi
Program Belajar dari Rumah di TVRI
Program Belajar dari Rumah di TVRI

Untuk itu, legislator Dapil Jawa Timur X ini mendorong Menteri Nadiem tetap harus memperhatikan jumlah siswa yang tidak bisa mengakses televisi dan internet. Jumlah mereka menurutnya juga masih banyak.

“Oleh karena itu Mendikbud masih harus mencari cara lagi untuk melayani pembelajaran siswa yang belum bisa mengakses televisi sekalipun,” tukas politikus PAN ini.

Mantan ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur ini mengingatkan bahwa mencerdaskan kehidupan seluruh anak bangsa adalah kewajiban negara. Pemerintah tetap harus berusaha melayani pendidikan mereka secara adil.

BACA  Mau Dapat Subsidi Kuota Gratis untuk Siswa, Berikut Caranya

“Pemerintah tidak boleh berhenti hanya melayani siswa yang bisa mengakses internet dan televisi,” tukas Prof Zainuddin.

Menurutnya, masih ada cara yang bisa dilakukan Kemendikbud untuk melayani mereka yang tidak memiliki jaringan televisi dan apalagi internet.

Salah satunya dengan membentuk semacam gugus tugas yang diminta hadir di masyarakat yang tak bisa mengakses televisi apalagi internet.

Gugus tugas ini terdiri dari para guru yang akan dikerahkan ke daerah tertentu, dengan jadwal yang telah ditentukan untuk menyampaikan bahan pembelajaran yang telah dirancang.

Dia menyarankan bentuknya bukan content based, melainkan berbasis problem atau project yang bisa dilaksanakan siswa, misalnya dalam sepekan.

Kemudian, gugus tugas itu pula yang nantinya yang akan menagih hasil pembelajaran tersebut, sekaligus memberikan bahan pembelajaran hari-hari berikutnya.

BACA  Mas Budiman Mengusulkan BUMDes Sediakan Internet untuk Warga

“Tentu harus tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat, antara lain guru harus dilengkap APD yang lengkap, termasuk pelindung diri,” jelasnya.

Dia menambahkan, dalam kondisi sekarang ini tidak urgen untuk mengejar ketuntasan kurikulum. Sehingga, fokuskan saja pembelajaran untuk meningkatkan kecerdasan afektif siswa seperti pembentukan sikap disiplin, mandiri, tanggung jawab, pola hidup bersih, peduli sesama, atau sadar lingkungan.

“Tentu sangat relevan diajak belajar memecahkan masalah, khususnya melawan wabah Covid-19 yang tengah menimpa bangsa Indonesia dan umat manusia sedunia ini,” tandas Prof Zainuddin. (fat/jpnn/hg)

*) Artikel telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul yang sama. Pada edisi Ahad, 12 April 2020

Komentar