Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Belajar dari Rumah, Kemendikbud Minta Guru Tak Bebani Siswa

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Edukasi Kabar Nusantara , pada Sabtu, 2 Mei 2020 | 23:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi: Seorang siswa mengikuti pembelajaran online dari rumah imbas pandemi Covid-19 (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)


Hargo.co.id, JAKARTA – Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad mengatakan kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa merupakan kunci kesuksesan kegiatan belajar mengajar dari rumah. Menurut Hamid, di tengah pandemi virus Korona jenis baru atau Covid-19 ini tanpa adanya kolaborasi tersebut, pembelajaran di rumah yang menyenangkan sulit untuk dicapai.

Seperti yang dilansir Jawapos.com, “Kunci utama kesuksesan belajar dari rumah adalah komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan siswa. Kolaborasi itu yang harus dibangun,” kata Hamid di BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5).

BACA  Baksos NKRI Peduli, Cara Pemprov Tekan Angka Kemiskinan

Hamid juga meminta para guru untuk melakukan inovasi pembelajaran yang sifatnya bervariasi agar siswa tidak jenuh dan tidak merasa berat. “Pembelajaran di rumah, hendaknya bisa membuat mereka (siswa) merasa senang,” katanya.

Dalam hal ini, para guru untuk jenjang SMP dan SMA diharapkan dapat saling berkoordinasi dalam memberikan tugas. Hal yang harus diperhatikan adalah ketika ada sejumlah keluhan yang masuk dikarenakan masing-masing guru memberikan tugas terlalu berlebihan.

“Kalau di SD, hanya ada satu guru. Namun untuk SMP dan SMA ada tiga hingga empat guru. Kalau semuanya memberikan tugas pada waktu bersamaan, maka itu cukup memberatkan siswa. Untuk itu, mohon melakukan koordinasi agar tidak membebani anak-anak kita dengan beban yang berat, karena kita semua adalah pelayan anak-anak kita,” terangnya.

BACA  Ditunjuk GTPP Covid-19 Pusat, Gubernur Jadi Narasumber di Talk Show Via Daring

Sebagai upaya untuk menegakkan Kegiatan Belajar Bengajar (KBM) di tengah Pandemi Covid-19, Kemendikbud telah mengatur kebijakan melalui Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Kementerian Pendidikan yang di dalamnya membahas empat hal.

Pertama, mendorong pembelajaran secara daring baik interaktif maupun tidak interaktif. Banyak yang tidak melakukan pembelajaran daring karena terbatasnya teknologi.

“Namun yang penting, pembelajaran harus tetap terjadi meski berada di rumah. Tanpa menargetkan pencapaian kurikulum, jangan memindahkan sekolah ke rumah. Tapi pilihlah materi esensial yang perlu dilakukan di rumah,” kata dia.

BACA  14 Tenaga Kesehatan di RSUD Toto Kabila Positif Covid-19, Warga Diminta Patuh dan Terbuka

Kedua, memberikan pendidikan kecakapan hidup yang kontekstual dan sesuai dengan kondisi anak. Terutama mengenai pengertian Covid-19, karakteristiknya dan bagaimana caranya agar tidak terinfeksi virus tersebut.

Ketiga, pembelajaran di rumah harus sesuai dengan minat dan kondisi anak. Keempat, untuk tugas dan seterusnya tidak harus dinilai seperti biasa. Namun, bersifat kualitatif dan memberikan motivasi pada anak.(jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Sabtu, 2 Mei 2020

Komentar