Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Belajar Debat dari Hillary

Oleh Berita Hargo , dalam DI'SWAY , pada Jumat, 30 September 2016 | 10:10 WITA Tag: ,
  


Oleh Dahlan Iskan

Hillary Clinton menang telak. Itu kalau debat pertama calon presiden Amerika Serikat kemarin jadi ukuran. Nilai Hillary 8,5. Nilai Donald Trump 7.
Ternyata Trump tidak segarang yang saya perkirakan. Hillary ternyata lebih agresif. B

ahkan berhasil mengendalikan situasi selama 1,5 jam penuh. Trump dibuatnya terus dalam posisi defensif.

Hillary begitu sempurna kemarin. Mulai dari busananya, tata rambutnya sampai intonasi bicaranya. Pilihan warna merah baju atasannya sangat eye catching. Cutting atasannya juga perfect. Tata rambutnya mengingatkan Hillary yang energetik.

BACA  Million Maga March

Make up wajahnya sempurna. Hilanglah kerutan tuanya.

Kalau toh ada kekurangannya itu pada bawahannya. Celana panjang yang sewarna dengan atasannya itu rasanya membuat agak monoton. Hillary kelihatan lebih gemuk. Dan langkah kakinya mengesankan lamban.

BACA  Sakit Meninggal

Sayangnya Trump tidak berusaha mengalahkan dari segi sosok lahiriah ini. Cutting jasnya terasa longgar. Krah baju dalamnya sangat biasa. Dan dasinya begitu buruk: warnanya maupun ukurannya.

Warna dasi yang biru dan ukurannya yang terlalu besar membuat penampilan busana Trump tidak seperti seorang presiden.

Melihat busananya itu teman saya, seorang wanita yang tasnya seharga Rp400 juta, sampai nyeletuk: kemana tuh Ivanka.

BACA  Dua Apel

Maksudnya: kok anak perempuan Trump yang ahli mode itu tidak bisa membuat penampilan bapaknya lebih menarik.

Bibir Trump yang pucat, wilayah sekitar matanya yang kerut dan ekspresi wajahnya yang sinis menambah nilai negatip penampilannya.

Dari segi kualitas yang dibicarakan, Trump hanya imbang di satu topik. Tentang kepolisian. Di lima topik lainnya Trump kalah telak. Bahkan tersudut.

Laman: 1 2


Komentar