Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Belanja Beras dan Rokok Masih Penyebab Kemiskinan Gorontalo

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Rabu, 3 Januari 2018 | 13:00 PM Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Per September 2017, warga Gorontalo yang hidup miskin tercatat 205 ribu orang. Jumlah itu turun jika dibandingkan bulan Maret 2017 yang tercatat 205 Ribu orang. Dari skala presentase, penduduk miskin Gorontalo pada September 2017 tercatat sebesar 17,14 persen, turun dari keadaan Maret 2017 sebesar 17,65 persen. Lagi-lagi selain beras, belanja rokok menempati urutan kedua penyebab kemiskinan di Gorontalo.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, garis kemiskinan Provinsi Gorontalo pada bulan September 2017 sebesar Rp 307.707 per kapita per bulan, naik dari keadaan Maret 2017 sebesar Rp 296.730 per kapita per bulan. Sedangkan kedalaman kemiskinan 3,681 poin pada Maret 2017 menjadi 3,306 poin pada September 2017.

Sementara dari keparahan kemiskinan sebesar 1,010 poin pada Maret 2017 menjadi 0,847 poin pada September 2017. Jika melihat beberapa indikator tadi, bisa dipastikan profil kemiskinan Gorontalo relatif membaik.

Dari catatan BPS pula, penduduk miskin di wilayah perkotaan sebesar 21 ribu orang dan di wilayah perdesaan tercatat sebesar 179 Ribu orang. “Indikator kemiskinan penyebabnya adalah inflasi. Upaya TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) untuk pengendalian inflasi cukup berpengaruh pada kemiskinan di Gorontalo, terutama di wilayah perdesaan.

Apalagi inflasi perdesaan saat ini cukup terkendali, hanya di kisaran 1 persen,” jelas Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro pada press confrence di kantornya, kemarin, Selasa (2/1).

Selain itu, berdasarkan indeks gini ratio atau ketimpangan penduduk, Provinsi Gorontalo juga mengalami perbaikan, meski masih cukup tinggi. Indeks gini ratio Provinsi Gorontalo sebesar 0,405 pada September 2017, lebih baik dari keadaan Maret 2017 sebesar 0,430. Jika dibagi, ketimpangan di wilayah perkotaan juga membaik.

Pada September 2017 tercatat 0,398, lebih baik dari keadaan Maret 2017 sebesar 0,417. Sementara di wilayah perdesaan tercatat 0,379 pada September 2017, lebih baik jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2017, yakni sebesar 0,403.

Sementar itu, kemiskinan Gorontalo September 2017 penyabab utamanya adalah belanja beras. Share komoditi beras terhadap garis kemiskinan pada Setember 2017 sebesar 23,17 persen di wilayah perkotaan dan 22,74 persen di perdesaan. Kemudian disusul belanja rokok dengan sumbangan 12,83 persen di perkotaan dan 13,19 persen di perdesaan.

Kemudian belanja perumahan sebesar 10,22 di perkotaan dan 7,76 di perdesaan. Selebihnya ada ikan tongkol/tuna/cakalang di urutan keempat dan cabe rawit atau rica di urutan kelima.(axl/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar