Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Belum Mandiri! Listrik Gorontalo Masih Bergantung Sulut

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 13 Juni 2017 | 11:36 WITA Tag: , , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Pemadaman listrik lebih kurang 21 jam, Sabtu-Ahad (10-11/6), menjadi catatan penting bagi kelistrikan di Gorontalo. Terutama kesiapan terhadap kondisi darurat. Sehingga ketika sistem interkoneksi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) mengalami gangguan ataupun terputus, sistem kelistrikan Gorontalo tetap bekerja optimal dan tak mengalami pemadaman total (blackout).

Sedianya bila melihat sumber daya yang tersedia, Gorontalo memiliki potensi untuk mandiri kelistrikan. Kebutuhan beban puncak Gorontalo berada di kisaran 90 Megawatt (MW). Sementara potensi pembangkit ada sekitar 114 Megawatt. Itu artinya terdapat surplus 24 MW.

Di Gorontalo sendiri, tercatat sudah ada beberapa pembangkit listrik masing-masing PLTG Paguat (100 MW), PLTD Telaga (10 MW), PLTU Molotabu (12 MW) hingga PLTU Anggrek yang diproyeksi pembangunan tahap pertama selesai tahun 2017 ini. Namun, hingga kini listrik Gorontalo masih sangat bergantung pada sistem kelistrikan di Sulut sehingga jika ada gangguan sedikit saja pada jaringan yang berada di wilayah Sulut, maka listrik Gorontalo akan kena imbasnya.

BACA  Darda Daraba Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi

Seperti kejadian pada akhir pekan lalu, Sabtu (10/6). Miringnya tower 73 di wilayah Lolak, Bolmong Induk, akibat banjir, Gorontalo mengalami total black out atau padam total. Berangkat dari kondisi itu, maka kelistrikan Gorontalo diharapkan bisa mandiri. Dalam artian tak tergantung penuh pada sistem kelistrikan Suluttenggo.

“Kelistrikan Gorontalo sepatutnya sudah mandiri. Dalam artian dia mampu memenuhi kebutuhannya sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga ketika ada gangguan interkoneksi tidak berimbas ke Gorontalo,” ungkap Muhalim, warga Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Terkait hal itu, Manager PLN area Gorontalo Nayusrizal memberi penjelasan menyangkut sistem kelistrikan Suluttenggo. “Mengelola listrik itu tidak bisa terkotak-kotak. Pembangkit listrik itu sama seperti sapu lidi. Kalau hanya 1 atau 2 saja, kekuatannya tidak seberapa. Tapi kalau diikat dengan satu kesatuan, maka akan semakin kuat,” ujar Nayusrizal ketika berbincang dengan Gorontalo Post, kemarin, Senin (12/6).

BACA  Pencabulan Marak, Warga Singgung Penerapan Hukum Kebiri

Dijelaskan Nayusrizal, dalam sistem kelistrikan harus ada berbagai tipe jenis pembangkit dengan berbeda-beda karakter seperti PLTU, PLTA, PLTD, PLTP dan lain-lain. Seperti PLTD, meski kapasitasnya relatif kecil, namun respon dan cara kerjanya sangat cepat. Jika dibandingkan dengan PLTU atau PLTG, dalam pengoperasiannya harus melewati beberapa parameter terlebih dahulu sehingga “bangunnya” membutuhkan waktu.

Sementara kalau PLTA, responnya cepat namun bergantung pada musim. Jika tiba musim kemarau, maka pasokannya akan menjadi kurang. Sedangkan PLTP mengikuti kestabilan dan menggunakan estimasi. “Intinya, sistem itu banyak tipe pembangkit, jadi saling isi. Dan tidak semuanya ada di Gorontalo. Dari semua tipe itulah diikat menjadi interkoneksi,” jelas mantan Manager PLN area Payakumbuh itu.

BACA  Pelantikan Tiga Kepala Daerah di Gorontalo Bakal Berlangsung Luring

Selain itu, semakin besar sistem pembangkit maka goncangan akan semakin ringan. “Ibaratnya, kita naik kapal besar. Ada terpaan ombaknya terasa kecil. Kalau naik perahu, ombak kecil saja sangat terasa goncangannya. Nah, itu seperti sistem pembangkit ini. Kita tidak tahu kapan masyarakat colok setrika, tv, ac dan lain-lain itu yang direspon pembangkit. Nah, goncangan-goncangan kecil itu dengan sistem pembangkit besar tidak akan terasa,” terang dia.

Terkait tower 73 Lolak, Nayusrizal memastikan bahwa saat ini sedang diperbaiki oleh unit trasmisi. Estimasinya, Kamis (15/6) lusa sudah selesai. Selama menunggu perbaikan, listrik Gorontalo masih dalam status siaga. “Sama seperti kapal kecil tadi. Ada goncangan, ada kejutan sedikit saja, sangat pengaruh. Seperti padam tadi sore (kemarin,red),” tandasnya.(axl/hargo)


Komentar