Senin, 1 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Belum Miliki Izin Jual Beli, BPOM Segel Gudang Boraks

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 16 Agustus 2016 | 12:59 WITA Tag:
  


Hargo.co.id GORONTALO – Sebanyak 28 sak boraks kembali diamankan petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo dari salah satu gudang yang berada di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, pada Senin (15/8)

28 sak bahan kimia tersebut diamankan lantaran ditengarai tak memiliki dokumen lengkap. Terutama berkaitan izin jual beli.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pengungkapan 28 sak boraks berawal ketika BPOM menemukan adanya jual beli boraks di areal pertambangan emas di wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol).

BACA  Polda Gorontalo Akan Menindak Tegas Soal Peredaran Narkoba

Petugas BPOM mendapati dua buah sak boraks di tempat itu. Penelusuran lebih lanjut, diduga boraks tersebut berasal dari perusahaan di Molosipat W.

Menindaklanjuti hal itu, petugas BOM langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di gudang mereka. Dan ternyata digudang itu petugas menemukan sebanyak 28 sak boraks. Petugas pun langsung menyegelnya sekaligus menyita 28 sak boraks tersebut.

Kepala BPOM Provinsi Gorontalo Sukriadi Darma mengatakan, penyegelan gudang boraks tersebut harus dilakukan pihaknya karena perusahaan tersebut telah menyalahi aturan dengan tidak mengantongi izin dari BPOM,terkait jual beli bahan tersebut.

BACA  Operasi Pekat Otanaha, Sebanyak 699 Botol Miras Diamankan Polda Gorontalo

Terbukti di lapangan ditemukan barang tersebut sudah dijual ke tambang emas.

Menurut Sukriadi, sejatinya, perusahaan tersebut sudah memasukan permohonan izin ke BPOM. Namun BPOM sendiri belum menerbitkan karena masih melalui proses verifikasi.

“Izinnya belum kita keluarkan, tapi mereka sudah berani memperjual belikan boraks tersebut,” kata Sukriadi.

Lebih lanjut disampaikan Sukriadi, penyegelan gudang Boraks tersebut wajib dilakukan pihaknya. Sebab ada kekhawatiran boraks tersebut akan beredar liar ke masyarakat hingga bisa disalahgunakan pemanfaatannya.

Penyalahgunaan boraks ini bisa saja digunakan oleh penjual bakso atau penjual ikan untuk mengawetkan dagangan mereka. Padahal hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

BACA  Merespon Keresahan Masyarakat, Polda Gorontalo Akan Berantas Aksi Premanisme

Terkait temuan ini, Sukriadi memperingatkan perusahaan agar tidak lagi mengulangi kejadian tersebut. Ia mengancam akan mempidanakan pihak perusahaan, jika kasus serupa kembali terulang.

“Kali ini kita hanya akan mengamankan 28 sak Boraks. Tapi kedepan kalau menyalahi aturan lagi, kita akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Sebelumnya pada pekan lalu, pihak BPOM juga mengamankan puluhan dus air minum dalam kemasan, yang tidak memiliki izin penjualan. (tr-49/ar/hargo)


Komentar