Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bencana Longsor, 9 Rumah di Kota Palopo Rusak Berat

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar dari Timur , pada Sabtu, 27 Juni 2020 | 21:05 WITA Tag:
  LUSTRASI: Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. (BNPB)


Hargo.co.id, PALOPO – Bencana longsor terjadi di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (26/6), pukul 16.00 waktu setempat. Longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil.

Seperti yang dilansir Jawapos.com, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan bahwa longsor mengakibatkan sembilan rumah warga rusak berat. Selain merusak rumah warga, longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus.

“BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Insiden longsor serupa terjadi di wilayah yang sama seminggu yang lalu,” terangnya melalui keterangan resmi, Sabtu (27/6).

BACA  Warga Konawe Sweeping TKA China

Pascainsiden, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo pun segera melakukan kajian cepat di lapangan. Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak.

“Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu,” jelasnya.

Masyarakat setempat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar. Pada kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut.

BACA  Positif Covid-19, Empat Orang Tahanan Polda Papua Kabur dari Rumah Sakit

“Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah,” ucapnya.

Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum semua wilayah terpasang sistem ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan bahwa wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.

BACA  Gagal Take-Off, Garuda Keluar Landasan di Bandara Sultan Hasanudin

Sebagai informasi, Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektar, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektar. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa. (bp/sz/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul: “Sembilan Rumah Rusak Berat Akibat Longsor di Kota Palopo“. Pada edisi Sabtu, 27 Juni 2020.

Komentar