Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Benci Ras

Oleh Admin Hargo , dalam DI'SWAY , pada Rabu, 16 Februari 2022 | 12:05 Tag: , , , , , , , , , ,
  Benci Ras - DISWAY

Oleh : Dahlan Iskan

WANITA lagi. New York lagi. Pembunuhan lagi.

Pokoknya orang keturunan Asia kini merasa tidak tenang di Amerika Serikat. Kian lama kian tidak aman. Setahun terakhir setiap satu dari lima orang mengalami kejadian akibat kebencian ras.

Korban terakhir: Christina Yuna Lee. Kejadiannya menjelang subuh hari Minggu lalu. Pagi buta itu, pukul 04.30 dia baru pulang. Sendirian. Naik taksi.

Rumah Lee di sebuah apartemen di China Town, Manhattan, New York. Yakni di depan taman Roosevelt yang panjang itu. Yang kalau hari Minggu penuh dengan pengunjung Tionghoa. Banyak juga yang main musik klasik Tiongkok di sana. Menyanyi. Menari. Dan segala macam atraksi kebudayaan Tionghoa.

Lee, 35 tahun, tinggal di lantai 6 apartemen itu. Belum lama di situ. Baru setahun terakhir. Yakni sejak dia pindah dari New Jersey ke New York. Dia berhenti bekerja sebagai profesional creative di platform musik digital di Jew Jersey. Empat tahun dia bekerja di situ –sejak lulus kuliah di Rutgers University. Itulah universitas tertua kedua di negara bagian tetangga New York itu: didirikan tahun 1766.

Lee keturunan Korea. Yang di Amerika sering dianggap sama saja dengan dari Tiongkok. Bahkan pernah ada orang asal India dibunuh di Texas dikira dari Tiongkok.

Kalangan tertentu di Amerika menganggap semua orang asal Asia sebagai asal Tiongkok.

Peristiwanya sendiri Anda sudah tahu: subuh itu Lee turun dari taksi. Dia langsung menuju pintu masuk apartemen. Dia buka pintu itu dengan kartu akses miliknyi. Semua penghuni apartemen punya kartu seperti itu.

Lee tidak memperhatikan keadaan. Dia tidak tahu kalau ada orang yang menguntitnyi. Begitu membuka pintu Lee langsung naik tangga apartemen. Dia tidak menutup pintu itu –otomatis akan menutup sendiri. Mengunci sendiri.

Sebelum pintu itu menutup, seseorang menahan pintu itu. Ia menyelinap. Ia ikut naik tangga ke lantai 1 ketika Lee sudah belok naik ke lantai dua. Ia pun mulai naik ke lantai 2 ketika Lee sudah membelok naik ke lantai 3. Dan seterusnya: ia ikut naik ke lantai 6 ketika Lee sudah terlihat membuka pintu kamar apartemennyi.

Sekali lagi terjadi: Lee tidak menutup pintu kamarnyi –yang memang akan menutup sendiri secara otomatis.

Sebelum pintu itu menutup dengan sempurna, Si Penguntit menahan pintu itu. Ia pun memasuki kamar Lee: menyerang wanita sendirian itu.

Rupanya terjadi perlawanan. Si Penguntit terluka sedikit di badan, tangan, dan pundak. Lee sendiri tewas. Dengan luka sekitar 40 tusukan.

Mayatnyi ditemukan polisi di bak mandi. Ceceran darah di mana-mana. Lee terlihat telanjang di bagian pinggang ke atas. Rupanya dia sudah copot atasan untuk mandi.

Kelak akan diketahui, siapa yang mengambil pisau dapur di apartemen itu. Apakah Lee? Dengan maksud sebagai senjata untuk melawan? Atau Si Penguntit? Yang menggunakannya untuk membunuh Lee?

Yang jelas Si Penguntit bingung setelah itu. Ia bermaksud lari lewat pintu darurat kebakaran. Tapi sirine polisi terdengar mendekat.

Tetangga di seberang kamar Lee memang menelepon 911. Ia memang mendengar ada teriakan minta tolong dari kamar Lee. Teriakan itu seperti yang sering ia dengar di film-film: “Tolong, tolong, telepon ke 911”.

Polisi pun datang. Si Penguntit bergegas balik badan. Ia putuskan untuk kembali ke kamar Lee. Lalu mengunci pintu dari dalam. Ditambah barikade seadanya.

Ketika polisi mengetuk pintu kamar Lee itu ada jawaban dari dalam. “Saya tidak memerlukan pertolongan polisi,” ujar suara dari dalam –seperti suara yang dicewek-cewekkan.

Satu jam kemudian, polisi mendobrak pintu kamar Lee. Tidak ditemukan ada orang. Polisi menemukan tubuh mati Lee yang tergeletak di bak mandi. Polisi belum bisa menyimpulkan mengapa bagian atas Lee telanjang. Apakah Lee sudah siap mandi? Atau Si Penguntit yang mencopotnya? Untuk apa? Akan dipotong-potong di bak mandi?

Kamar itu sepi. Tapi polisi yakin masih ada orang di dalamnya. Penggeledahan pun dilakukan. Ketemu: Si Penguntit bersembunyi di bawah tempat tidur.

Namanya: Assamad Nash.

Umur: 25 tahun.

Ras: kulit hitam.

Kamera yang merekam semua lantai di apartemen itu bisa menjelaskan banyak. Terutama bagaimana Nash menguntit Lee sejak turun dari taksi. Tanpa sedikit pun Lee menyadari ada yang menguntitnyi.

New York pun kembali heboh.

Ini mengingatkan orang pada peristiwa persis sebulan lalu. Yakni ketika seorang wanita keturunan Tionghoa didorong jatuh ke rel kereta bawah tanah. Tubuhnyi langsung disambar kereta yang lewat di detik itu.

Nama wanita itu: Michelle Alyssa Go.

Umur: 45 tahun.

Dia bekerja di perusahaan keuangan. Hari itu, pukul 9.45, Michelle ke stasiun bawah tanah di dekat Times Square. Dia berdiri di pinggir platform menunggu kereta jurusan kantornyi tiba. Sambil menunggu itu dia sibuk dengan HP-nyi. Matanyi terus menunduk: asyik menatap ke layar handphone. Tiba-tiba seorang laki-laki kulit hitam mendekat di belakangnyi: mendorongnyi.

Semua itu terekam di kamera stasiun. Termasuk ketika si lelaki sebenarnya akan menyasar wanita lain. Gagal. Si Wanita Lain waspada. Dia menjauh dari laki-laki itu.

Nama Si Pendorong segera diketahui: Martial Simon.

Umur: 61 tahun.

New York pun heboh.

Tahun lalu, seorang lelaki Tionghoa tua juga jadi korban. Saat itu ia lagi mengumpulkan kaleng-kaleng bekas minuman di China Town. Ia dipukuli orang. Beberapa waktu kemudian meninggal akibat luka-lukanya.

Baik Nash maupun Simon, sama-sama ditangkap. Mereka sama-sama gelandangan. Sama-sama punya gangguan jiwa. Bahkan sama-sama residivis.

Ketika melakukan kejahatan itu, keduanya juga sudah dalam status tersangka: untuk kejahatan lain. Bukan pula hanya sekali. Berkali-kali.

Tapi, orang seperti Nash, tidak pernah ditahan. Ia boleh bebas dengan jaminan. Bulan depan, harusnya, Nash diadili untuk kejahatan sebelumnya.

Menurut catatan polisi, kejahatan dengan motif kebencian ras naik lebih 300 persen setahun terakhir. Sasarannya: keturunan Asia. Atau keturunan pulau-pulau di Pacific.

“Cukup. Sudah cukup,” teriak aktivis anti kebencian ras. “Semua ini akibat penjahat dibiarkan tidak dihukum”.

Maka nama Jaksa Distrik New York yang baru kembali jadi sorotan: Alvin Bragg. Ia yang membuat kebijakan agar penjahat-penjahat kecil tidak dihukum (baca Disway: Sesal Istri – Disway).

Kebencian atas ras Asia itu meningkat sejak Presiden Donald Trump punya kebijakan anti imigran. Lalu naik lagi ketika Covid-19 melanda Amerika. Banyak yang berpendapat pandemi itu merupakan dosa Tiongkok. Bahkan muncul kesan: semua orang Asia membawa virus di badan mereka.

Trump sudah lama diganti Joe Biden. Kejahatan kebencian ras ternyata tidak juga surut.

Banyak hal, kalau sudah naik, rupanya sulit untuk diharapkan turun. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Batu Ganjar

https://www.disway.id/r/5064/sesal-istriDulu waktu makan duren, kami sangat hati-hati membuang kulit nya, agar tak kelihatan tetangga, meskipun kadang ada di bagi sebiji dua biji, tapi tetap tidak enak jika keliatan tumpukan kulit duren ,didepan rumah. Beli duren tak di bungkus, setelah di makan, malah kulit duren nya yang kami bungkus ,supaya tak keliatan. Perihal di Wadas bisa jadi, sama dengan makan duren, beda nya makannya di kebun , orang sekitaran kebun gak dapat icip dagingnya , cuma bisa melihat kulit duren berserakan nantinya. Yah antipati dapetnya.

gito abipraya
Bah, tlg besok nulis tentang minyak goreng dan gula pasir. Minyak goreng hilang dari toko semenjak pemerintah mengumumkan penetapan harga minyak goreng 14.000/liter. Seolah2 pengusaha minyak goreng “ngece” pemerintah. Buktinya pemerintah hingga hari ini takberdaya menyediakan minyak goreng. Atau memang pemerintah tdk mau tanggungjawab? Gula juga ikut2an naik. Gula yang manis itu sekarang terasa pahit didompet ibu2.

Disway 17087206
Mungkin Pak Ganjar pernah mendengar  pepatah China, satu kali datang melihat sendiri itu lebih baik dari pada seribu kali mendengar dari orang lain, buat Pak Ganjar tetap semangatttttt! cia youuuuuuu!!

Er Gham
Semoga pihak pihak terkait hanya doyan rendang, nasi goreng, martabak, es campur, baso, pempek, mie rebus,nasi rawon, pecel lele, soto ayam. Ngeri jika ada yang doyan makan ‘batu’ juga.

Leong Putu
Intermmezoh. ———– Dompet saya pernah hilang. Lebih tepatnya dicopet. Dompet lusuh. Gak banyak isinya. Hanya STNK dan Sim. Pun hanya STNK Honda Supra X”96. Tapi, dompet itu sangat spesial. Itu hadiah dari si dia. Sekarang Dompet itu hilang, dirampas. Hilanglah sisa kenangan indah bersamanya. Hancurnya hati. Remuknya jiwa. Merana. Gundah gulana. Bisa jadi perasaan seperti itu yang terbayang di sebagian warga yang menolak. Mereka merasa gak berdaya. Hanya bisa MARAH. Waktu itu, saya gak berani menunjukkan kesedihan berlebihan. Maklum itu dompet hadiah dari mantan. Mantan terindah.

Ribut Wahyudi Sukiran
Ending tulisan pak DI l, yang ditunggu. Ketika komisi 3 berkunjung ke Wadas, pertanyaan : siapakah kontraktor pengadaan batu andesit ? Konon semua pejabat setempat hanya tolah-toleh.. bayang kan 1 trilyun, rek ? Who are you ?

thamrin dahlan
batu ganjar tersandung atau tersanjung ini peristiwa kemanusiaan wadas contoh demokrasi buruk korban diterpa kekuasaan menggunakan kekerasan membela pengusaha waong cilik tersandera siapa tampil membela (ujung ujungnya 1 T) siapa dapat proyek itu pertanyaan utama untung ada disway untung ada NU kaffah meluruskan berita (menunggu istana bicara)

Aryo Mbediun
Dah clear sumber masalahnya. Ada potensi 9jt kubik batu. Semua berawal dari angka.  Bila menggunakan standard Julian, @10rb, maka per kubik UP, potensi cuan ada 90M. Guuede bro, cukup u bancakan 4 menteri sak lurah2 sisan. Bila menggunakan standard preman sawit, ada potensi 2.250.000 x truk mengangkut batu. Asumsi per trul bawa 4 kubik. Per truk dipreman 2rb aja ketemu 4,5M broo. Duit semua itu. Solusi’nya ya permen2 manis dan lembut itu kudu dibagi-bagi dan ALL will be clear and clean.  Yang permen 10rb u para priyayi dan 2rb u para jelata. Wes semua happy. Ngunu kok repot. Lha yang permen 50rb ya you know’lah off the record. Terima kasih Julian, jariyahmu mengalir terus. Vivat p Ganjar.

Wawan Wibowo
Dalam ilmu jawa maka strategi yang dipakai oleh pak ganjar kali ini disebut “wani ngalah luhur wekasane”. Sepanas apapun situasinya kalau ada 1 pihak yang mau ” ngasor” maka seketika situasi akan cair.

Juma
Ganjar hanya menyebut sebagian warga memang ada yang menolak, “Yang menolak itu akan kita ajak bicara”, katanya. Nah di tulisan ini sudah mulai dibuka sedikit2 bahwa sebagian (besar) warga memang sudah menyetujui. Abah tidak menuliskan bahwa pengukuran tanah hanya dilakukan di tanah yang sudah disetujui untuk dijual. Kenapa jadi ribut? Karena yang menolak merasa akan dapat pengaruh buruk ke tanahnya jika tanah tetangganya ditambang. Nah itu sebabnya warga yang menolak menghalang2i pengukuran tanah di tanahnya warga yang menyetujui. Tolonglah bah jangan berpihak hanya pada warga yang menolak, tapi pada warga yang menyetujui juga, jangan dibuat seakan2 semua warga menolak dan pengukuran tanah seakan2 sebagai perampasa tanah warga, padahal yang diukur hanya tanah warga yang sudah menyetujui saja.

GEARY G
Ingat Anekdot jaman pak Harto, Penguasa itu seperti berada di Punggung Harimau, dia harus tetap berada dipunggung Harimau dan mengendalikannya, Kalau dia lepas kendali, Harimau itu akan memangsanya

gito abipraya
tidak perlu relokasi. karena desa wadas pada prinsipnya “tdk terpakai”. Desa wadas, terutama area perkampunganya juga tdk terdampak secara langsung. cuma memang lahan tambang ada diwilayah desa wadas. Tapi apapun alasanya, kita harus dan wajib menghormati warga setempat. Mereka harus diajak bicara. Apa saja yang jadi keluhan harus dan wajib didengar. Dan wajib ikut menikmati “kesejahteraan” adanya tambang batu itu.

anda hanya paham teori. tdk paham praktik. Kita harus realistis. banyak pihak terlibat disitu. Baiknya bagi2 rejeki saja. Ada warga yang punya lahan Ada kepala desa yang punya wilayah ada birokrasi yang tandatangan ijinya Dan ada pengusaha yang punya modal jika ini bisa jalan bareng, maka proyek akan beres

jangan kuatir, dengan adanya undang2 baru tentang minerba, pak ganjar sebagai gubernur tdk akan bisa lagi memperpanjang ijin tambang. Karena sekarang semua jadi wewenang pusat

rere harendra
Kalo boleh usul..kalo boleh yaa..coba sekali kali kasih kepercayaan buat warga setempat buat ngelola batunya kasih kepercayaan kepada pemdes pemudanya para perempuannya biar kesejahteraan berlanjut lumayan 1T ..ini usul lho yaaa

Sin
OK..sudah on the track, posisi menentukan prestasi,wkwk..jadi setelah kemaren foreplay kini mulai penetrasi, pelan-pelan saja, biarkan area sensitif merasakan kenikmatan, berikan sentuhan kelembutan di titik titik krusial..jangan dipaksa penetrasi terlalu dalam..pasti perih, apalagi dirudapaksa rombongan, bisa2 malah meronta-ronta, tanyakan posisi paling nyaman yang diminta, jika perlu bumbui sedikit rayuan..dijamin yang awalnya menolak, langsung klepek klepek, lego lilo legowo pasrah bongkokan, bahkan nagih..kalau sudah begitu tinggal eksekusi..bludhas bludhus>>> pokok e jangan percaya hoax dari buzzer atau provokator, kadang sudut pandang bisa mengacaukan.. 6 dan 9 itu sama saja tinggal darimana memandangnya..apalagi klo 69 pasti joss..yin dan yang..menuju keseimbangan..wkwkwk, ojo serius nemen-nemen # Sin Ting

Johan
Diperlukan tokoh seperti Kiai Imam ini untuk menilai masalah Wadas secara jernih, tidak memiliki ambisi dan agenda tersembunyi, praktis sudah selesai dengan nafsu duniawi yang banyak godaan, tidak ada beban jabatan lagi karena sudah tidak menjadi pengurus di NU, juga tidak berafiliasi ke parpol manapun. Dan terutama, umur pun sudah 59 tahun, dana JHT tentu sudah cair full. Ah ngawur, memang Kiai Imam buruh kayak gue.

yea a-ina
Proyek bendungan bener dan bukit batu desa Wadas berjarak 8-10 km. Ijin yang dikeluarkan DIJADIKAN SATU. Sudah begitu masih diperpanjang berulang-ulang juga. Usul saja, pak gan perlu mengagendakan bersepeda dari Wadas ke Bener, biar lebih bener keluarkan ijin tambang batunya

Thamrin Dahlan
Mukidi meninjau Desa Wadas. Dia berang bersebab dikategorikan sebagai wong cilik .  Mukidi lebih suka di panggil orang kecil.   Alasan logis Mukidi bisa diterima akal sehat. Wong Cilik = WC sedangkan Orang Kecil  = OK .  Mukidi kesiangan karena bermimpi tadi malam di ajak Abah ke Waduk Bener # Kabooorrr….

(Visited 42 times, 1 visits today)

Komentar