Bendi, Alat Transportasi Legendaris Gorontalo yang Terancam Punah

Ragam
Ume hasan majiji saat di wawancarai oleh wartawan. (Foto: Nur Afni Tobelo untuk HARGO)
  Ume hasan majiji saat di wawancarai oleh wartawan. (Foto: Nur Afni Tobelo untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Keberadaan Bendi yang merupakan alat transportasi tradisional legendaris di Gorontalo, saat ini terus tergeser oleh alat transportasi umum kenderaan bermotor.

Dalam beberapa dekade terakhir, Bendi merupakan alat transportasi favorit bagi masyarakat, khususnya di daerah yang dulunya masih berstatus sebagai Kotamadya Gorontalo, Provinsi Sulawesi Utara.

banner 300x300

Dari pantauan tim liputan Hargo.co.id pada Ahad (5/3/2023), di pusat perbelanjaan Kota Gorontalo yang dulunya ramai dengan alat transportasi legendaris itu, saat ini hanya ada tersisa beberapa saja, atau dapat dikatakan menghampiri punah.

Selain itu perkembangan zaman yang begitu cepat ke arah moderen, merupakan salah satu faktor penyebab alat transportasi dengan mengandalkan tenaga kuda tersebut, tergeser oleh kenderaan bermotor yang tentunya jauh lebih canggih.

Salah satu warga Kota Gorontalo, Ume Hasan (60), yang mengaku lebih dari 10 tahun bekerja sebagai kusir Bendi mengatakan, pengguna jasa Bendi khussnya di Kota Gorontalo tinggal beberapa orang saja. Itu terdiri dari wisatawan hingga masyarakat lokal.

banner 728x485

“Untuk penumpang tidak menentu, begitu juga dengan pendapatanya,” ujar Ume Hasan.

Pria berusia 60 tahun itu juga menambahkan, bahwa untuk pendapatan perharinya sebagai kusir Bendi, hanya berkisar dari Rp.50.000 hingga Rp.70.000. Setiap penumpang Bendi yang ingin merasakan duduk di Bendi, diwajibkan membayar tarif sejumlah Rp.10.000.(*)

Penulis: Nur Afni Tobelo/Mahasiswa Magang UNG

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *