Rabu, 25 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bendung Randangan Sedot Anggaran Rp 597 Miliar

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 2 Mei 2017 | 13:13 WITA Tag: , ,
  


POHUWATO, hargo.co.id – Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Gorontalo membawa angin segar bagi kelanjutan sejumlah mega proyek di daerah ini. Selain jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) yang dipacu pekerjaanya, proyek Bendungan Randangan di Kabupaten Pohuwato juga dipercepat pembangunanya.

Bendungan yang bakal mengairi hingga 12 ribu hektar lahan persawahan ini dipastikan selesai pada tahun 2018 atau paling lambat awal 2019. Mega proyek ini diagendakan diresmikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Target selesainya bendung randangan lebih cepat dua tahun dari rencana awal yakni tahun 2020. Menteri PU Mochamad Basoeki Hadimoeljono menyampaikanya langsung saat mengunjungi bendungan Randangan, senin (1/5).

“Saat ini yang baru selesai yaitu saluran kiri dengan luas kurang lebih 4.000 hektare, primernya sudah selesai yakni 6.700 meter dan sekundernya akan diselesaikan tahun ini dengan tersiernya. Nanti setelah itu diselesaikan untuk saluran kanan yang kurang lebih 4.400 hektare untuk pembangunan primer dan sekundernya,” jelasnya.

BACA  Gubernur Gorontalo Minta Tertibkan Illegal Logging

Menteri Basoeki Hadimoeljono meminta agar Pemda Pohuwato serius dalam pengadaan lahan, pihak kementerian menurut Basoeki sudah menyikan anggaran hingga pembangunan bendungan tuntas, yakni kurang lebih Rp 597 miliar.

“Seharusnya pekerjaan ini selesai pada 2020, akan tetapi saya akan mempercepatnya yaitu pada 2018 sudah selesai. Memang sesuai dengan jadwal yakni 2020, tapi itu karena persoalan lahan dan anggaran, saya dan pak bupati sudah siap untuk mempercepat ini,” terangnya.

Ditambahkan pula, sepanjang perjalanan melakukan peninjauan, dari puncak gunung hingga dilereng gunung, telah ditanami jagung. Hal tersebut menyebabkan erosi dan menimbulkan sedimentasi. Oleh karena itu, kementrian berencana untuk membangun banyak cekdam dan embung.

BACA  Kegiatan di Tingkat Desa Wajib Mengacu pada Protokol Kesehatan

Khusus untuk cekdam, itu anggarannya tidak terlalu mahal dan direncanakan ada ratusan cekdam yang bakal dibangun guna menahan sedimentasi, sehingga tidak masuk langsung ke sungai.

“Menurut saya lokasinya sangat ideal untuk dibangun pula embung. Jadi tinggal disediakan lahannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Syarif Mbuinga menyatakan, ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan dari Menteri PUPR untuk melihat pembangunan Bendungan Randangan yang sudah hampir rampung.

Terkait dengan persoalan erosi, memang kata Bupati Syarif Mbuinga pihaknya ada penanganan yang komprehensip dari lintas kementrian dan lembaga. Ini tentunya akan terus ditangani.

Apa yang disampaikan oleh Pak Menteri memang benar adanya, penanaman jagung yang luar biasa, sampai berakibat pada penebangan pohon dikawasan yang sesungguhnya tidak dibenarkan. Ini yang nantinya akan dikembalikan lagi.

BACA  Diapresiasi Wagub, Peringatan Maulid Terapkan Protokol Kesehatan

“Sangat luar biasa sekali pula dukungan dari Pak Menteri yang hendak membangun cekdam dan embung. Kami sangat mendukung serta mendorong hal tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, dengan adanya Bendungan Randangan tersebut, dipastikan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Di Pohuwato kata Bupati Syarif Mbuinga, ada 11 ribuan masyarakat miskin dari 160 ribu jumlah penduduk. Nah, dengan adanya percetakan sawah baru, tentu akan lebih memastikan mereka yang miskin beroleh lahan sesuai dengan program Pak Presiden.

“Kami sudah petakan itu. Jadi, percetakan sawah baru ini akan menyasar masyarakat miskin,” pungkasnya. (kif/hargo)


Komentar