Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Benih Jagung Tak Layak Tanam, DPRD Minta Tanggung Jawab Pemerintah

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Legislatif , pada Senin, 22 Juni 2020 | 22:30 WITA Tag:
  Ilustrasi


Hargo.co.id, GORONTALO – Saat ini, beredar di masyarakat  benih jagung yang tak layak tanam. Parahnya lagi, benih tersebut diedar oleh pemerintah untuk para petani di Kabupaten Gorontalo (Kabgor).

Itu lantas memantik reaksi anggota DPRD Kabgor, Safrudin Hanasi dan meminta pertanggungjawaban pemerintah. Menurutnya, pemerintah harus bertanggung jawab atas kualitas benih jagung tak layak tanam.

BACA  Wagub Gorontalo Minta Informasi Daerah Dapat Porsi Lebih

“Ini seperti yang diterima petani di Desa Puncak, Kecamatan Pulubala. Pemerintah melalui dinas terkait harus bertanggungjawab, kok bisa petani jagung menerima bantuan yang tak layak ditanam. Padahal sebelum penyaluran, bibit melalui sejumlah proses yang ketat,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kabgor ini.

Lanjut katanya, informasi ini didapat setelah petani mengeluhkan ke DPRD, yang mana lima hari lalu bibit yang ditengarai tidak layak tanam tersebut, seluruhnya telah ditarik kembali. Pergantian dilakukan oleh pihak perusahaan dan didampingi tim dari Dinas Pertanian, Kabupaten Gorontalo.

BACA  Tindakan Tegas Menanti Jika Langgar Protokol Kesehatan

“Itu yang menjadi pokok persoalan, bibit tak layak tanam sudah ditarik dari para petani setempat oleh perusahaan dan dinas. Namun bibit pengganti sampai hari ini belum juga diterima,” terang Safrudin Hanasi.

BACA  Gubernur Gorontalo Minta Tertibkan Illegal Logging

Dirinya berharap agar persoalan ini segera diselesaikan dengan cepat sebelum musim tanam lewat. Jika tidak, petani akan rugi, imbasnya ekonomi di bidang pertanian pun kacau balau.

“Biar semua masalah segera tuntas, langsung dilakukan pergantian bibit. Kasian petani sudah menunggu, lahan sudah siap tanam, tapi bibit belum juga diganti,” kuncinya. (wie/adv/hg)


Komentar